√ Cara Budidaya Ikan Cupang

Diposting pada

A. Mengenal Ikan Cupang

Ikan hias air tawar – budidaya ikan cupang akan menjadi salah satu menjadi pengalaman tersendiri. Ada yang budidaya ikan ini hanya untuk sekedar hobi, dan ada juga yang untuk dijual.

Paling banyak ikan cupang yang dibudidaya ialah jenis ikan cupang laga. Sedangkan ikan cupang hias mempunyai harga yang cukup tinggi sehingga banyak juga yang ingin membudidayakan jenis ini untuk dijual.

Baca Juga : Cara mudah untuk budidaya ikan lele dengan terpal

Terdapat kurang lebih dari 70-an spesies ikan cupang yang ada di bumi ini yang diketahui. Sedangkan yang belum diketahui mungkin masih banyak sekali.

B. Mendapatkan Bibit Ikan Cupang Berkualitas

Ikan hias air tawar – Untuk mendapatkan bibit ikan cupang yang sangat berkualitas harus lah dilakukan pemeriksaan yang cermat. Kalau Anda bibitnya merupakan bibit beli, maka Anda harus cermat untuk membelinya supaya ikan cupang hasil ternak Anda juga berkualitas tinggi.

  1. Hal yang harus diperhatikan untuk mendapatkan bibit ikan cupang yang cukup berkualitas termasuk juga induk betina serta jantan yaitu:
    Lihat sirip perut, ekor serta dubur apakah ada cacat.
  2. Hindari sisik ikan yang terdapat luka.
  3. Indukan jantan di cek tingkat agresifnya yaitu dengan cara mendekatkan jari tangan. Apabila indukan jantan memasuki mode menyerang karena dia melihat jari tangan Anda berarti indukan jantan itu sangat berkualitas.
  4. Tanyakan apakah indukan tersebut sudah pernah melakukan perkawinan ataupun belum.
  5. Lihat mata ikan itu apakah terdapat bermasalah ataupun tidak.
  6. Kondisi harus bugar, bebas penyakit apa lagi cacat.

C. Beda Ikan Cupang Jantan dan Betina

Ikan cupang jantan serta betina sebenarnya sangat mudah dibedakan. Bagi penyuka ikan cupang didalam waktu singkat pasti langsung bisa mengenali ikan cupang jantan dengan yang betina.

Berikut ialah gambar perbedaan ikan cupang betina dengan ikan cupang jantan.

Ikan hias air tawar
berikut merupakan Cara membedakan cupang jantan dengan betina:

  1. Pada cupang jantan, gerakannya lincah serta cenderung indah. Sedangkan cupang betina dia nampak lamban atau lusuh.
  2. Sirip ekor pada cupang jantan yakni lebih besar dan juga lebar. Pada cupang betina sirip ekor tersebut tampak lebih kecil.
  3. Perut pada ikan cupang jantan akan langsing, sedangkan ikan cupang yang betina nampak berisi.

D. Persiapan Wadah serta Tumbuhan Pendukung

Wadah yang dibutuhkan ialah akuarium dengan ukuran minimal 30cm x 30cm. Kemudian wadah juga harus dimasukkan tumbuhan pendukung yakni kapu-kapu (pistia stratiotes).

Jika di daerah Anda tidak memiliki tumbuhan tersebut bisa juga di ganti menggunakan eceng gondok yang kecil.

seperti gambar di bawah ini

Ikan hias air tawar

Sangat disarankan untuk menggunakan tumbuhan tersebut karena tumbuhan itu sering ada di habitat alami ikan cupang.

Selain itu, akar tumbuhan tersebut lebih pas untuk menopang gelembung-gelembung yang nantinya bisa digunakan untuk penempatan telur ikan.

Masukkan air yang sudah di endap tadi setinggi 10 – 15 cm dari dasar wadah ikan. Batasan air 15 cm supaya ikan cupang jantan tidak kecapean untuk memungut banyaknya telur setelah pembuahan itu terjadi. Biarkan selama minimal 2 hari barulah wadah tersebut siap digunakan.

E. Proses Perkenalan serta Perkawinan Ikan Cupang

Untuk memulai proses tersebut sebaiknya Anda ikuti dengan cara yang saya lakukan supaya berhasil.

1. Masukkan Pejantan di Wadah itu Selama 1 Hari

Masukkan terlebih dahulu ikan cupang yang jantan ke wadah tersebut selama 1 hari supaya terbiasa. Beri lah makan yang banyak supaya ikan cupang jantan gemuk. Beri makan juga ikan cupang betina karena ketika proses pemijahan terjadi ikan ini tidak akan makan apapun.

2. Kenalkan dengan Betina

Sebelum memasukkan ikan cupang yang betina ke dalam wadah pijah, pisahkan terlebih dahulu pada wadah kaca yang berbeda. Untuk membuat ikan tersebut saling kenal maka biarkan ikan cupang jantan bisa melihat cupang yang betina.

Jika cupang jantan sudah siap kawin, maka dia akan mengeluarkan buih-buih di sekitar tumbuhan apung yang sudah Anda masukkan. Setelah buih tersebut cukup banyak barulah ikan cupang yang betina dapat dicampur ke wadah pemijahan.

3. Proses Pemijahan Ikan Cupang

Pada awal pencampuran, ikan cupang betina akan terlebih dahulu di hajar habis-habisan oleh ikan cupang yang jantan.

Cara tersebut dilakukan pejantan untuk menaklukkan ego dari ikan cupang yang betina. Biasanya setelah 1 hari, biasanya akan baikan kedua ikan serta terjadilah proses pemijahan. Proses tersebut biasanya terjadi pada pagi hari sekitaran jam 9 pagi.

Wadah pemijahan sebaiknya di tutupi keempat sisi dengan karton ataupun penutup lainnya agar proses pemijahan bisa berlangsung lancar. Berdasar pengalaman saya sewaktu kecil, saya tidak menutup wadah.

Baca Juga : Cara Budidaya Ikan Nila

Proses pemijahan ditandai dengan adanya melilit ikan cupang jantan pada tubuh ikan cupang yang betina. Setelah melilit beberapa lama, ikan cupang yang betina akan segera mengeluarkan telur.

Ikan yang jantan pun akan segera memungut telur yang telah dibuahi dengan mulutnya serta memasukkannya pada buih yang telah dibuat sebelumnya.

seperti gambar ini

Ikan hias air tawar
4. Memisahkan Betina

Walaupun Anda sudah menutup keempat sisi wadah, Anda juga masih bisa melihat aktivitas ikan tersebut dengan mengintip. Pastikan ikan tidak sama sekali mengetahui sedang di intip agar tidak akan terjadi kegagalan.

Setelah indukan betina tersebut tidak mengeluarkan telur lagi, maka segera lah keluarkan dari wadah pemijahan tadi. Jika tidak dikeluarkan hanya akan terjadi dua hal yakni adu jotos indukan jantan dengan betina ataupun telur-telurnya dimakan oleh cupang yang betina.

5. Pisahkan Pejantan

Telur akan menetas kurang lebih dari 2 hari. Biarkan saja dengan yang penjantan selama 3 hari. Pada hari keempat, Anda juga bisa memberikan kutu air untuk dimakan burayak serta indukan jantan.

Pemberian makan pada indukan jantan pun tidak boleh terlalu lama. Apabila indukan jantan ingin memangsa burayak, segera lah beri makan walaupun belum sampai di hari keempat.

Hal ini bisa terjadi karena di sebabkan oleh kelelahan, kecapekan serta kelaparan mestinya pada indukan jantan setelah proses pemijahan. Jika Anda sudah merawatnya dengan benar, setelah 2 minggu barulah indukan jantan tersebut dikeluarkan dari wadah. – Ikan hias air tawar

F. Perawatan Anakan Ikan Cupang (Burayak)

Perawatan pada burayak setelah di lepas dari indukan jantannya tidaklah terlalu sulit. Hal yang harus diperhatikan dalam perawatannya ialah:

  1. Apabila wadah memang terlihat padat oleh burayak, segera pindahkan ke wadah yang lebih besar.
  2. Beri makan kutu air serta jentik merah secara berkala apabila burayak tersebut dipersiapkan untuk di laga.
  3. Anda bisa saja memasukkan daun ketapang pada wadah tersebut untuk menjaga burayak terhindar dari infeksi jamur atau bakteri. (Daun ketapang harus di proses terlebih dahulu sebelum akan dimasukkan.
  4. Ganti air secara bertahap jika sudah nampak keruh.
  5. Masukkan aerator serta setel oksigen tingkat menengah supaya menjaga burayak tidak kehabisan oksigen.
  6. Setelah 1,5 bulan setelah menetas, ikan-ikan itu sudah boleh dipisahkan menurut jenis kelaminnya, ke wadah yang berbeda.

demikianlah artikel dari duniapeternakan.co.id semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.