7 Cara mudah untuk budidaya ikan lele dengan terpal untuk pemula  

Posted on

7 cara mudah untuk budidaya ikan lele dengan terpal untuk pemula

Cara  budidaya ikan lele

Cara budidaya ikan lele – Dalam bisnis perikanan di Indonesia, pembibitan ikan lele adalah budaya paling populer di kalangan pelaku bisnis di bidang perikanan di Indonesia. Karena alasan ini, pembudidayaan ikan lele sangat baik di dunia penangkapan ikan.

Bukan hanya para petani. Banyak pengusaha kuliner mulai menggunakan ikan lele sebagai menu di toko mereka. Tidak mengherankan bahwa setiap kali kita mampir, ada menu lele.

Baik lele penyet, lele bakar atau bahkan lele goreng. Wels juga selalu hadir di beberapa supermarket atau pasar tradisional. Jadi Anda tidak perlu khawatir jika kami mencari ikan patin di pasaran, akan selalu ada beberapa.

Baca Juga : Cara Ternak Ikan Hias : Pemeliharaan, Pakan, Memilih Calon Indukan, Pemijahan, Penetasan,

Mungkin itu sebabnya banyak orang menyukai ikan lele. Apalagi jika Anda menambahkannya ke menu dengan sambal, rasanya sangat enak. Tentu saja terus membuat ketagihan.

Mengingat banyaknya permintaan di pasar ikan lele, ini merupakan peluang bagi pengusaha ikan yang lebih memilih ikan lele sebagai sumber pendapatan.

Untuk alasan ini, ada beberapa penjual ikan yang menggunakan ikan lele sebagai sumber pendapatan. Ikan lele juga sangat mudah dipelihara dan laris manis. Jelas, pengusaha ikan lebih memilih ikan lele daripada ikan yang bisa dibudidayakan.

Oleh karena itu, jika Anda ingin membiakkan ikan lele, maka perlu memiliki beberapa jenis ikan lele yang berkembang biak di bahan dasar untuk pengetahuan dan wawasan kita.

Karena alasan ini, kami akan menggunakan kesempatan ini untuk membahas berbagai metode dan langkah untuk pembiakan ikan lele. Mari kita lihat cara-cara berikut untuk membiakkan ikan lele:

1. Persiapan untuk pembibitan ikan lele

Kita harus menyiapkan beberapa hal untuk pembiakan ikan lele sebelum kita mulai pembiakan ikan lele. Beberapa di antaranya adalah:

Pilih jenis ikan lele

Akhir-akhir ini kita sering menemukan petani lele yang memilih jenis lele atau lele Sangkuriang. Karena jenis lele ini sangat mudah berkembang biak dan dipelihara. Selain itu, jenis lele untuk benih ini sangat mudah didapat dan murah.

Ikan lele jenis ini atau Sangkuriang  tidak hanya mudah didapat dan murah, tetapi juga memiliki banyak kelebihan tersendiri. Untuk alasan ini, beberapa peternak lele lebih suka jenis lele atau lele Sangkuriang.

Di bawah ini adalah beberapa manfaat ikan lele atau jenis lele Sangkuriang yang perlu kita ketahui.  Sehingga kita tahu jenis lele lain dan bisa membandingkannya dengan mereka.

Beberapa kelebihan dari jenis lele atau lele Sangkuriang adalah:

 Daging berkualitas lembut

Ikan lele sangkuriang memiliki intensitas produksi yang sangat tinggi

Cara sederhana membudidayakan ikan lele, juga dikenal tidak terlalu sulit digunakan, asalkan memiliki kemauan dan niat

Lebih tahan terhadap penyakit yang sering menyerang ikan

Dengan kelebihan tersebut, dapat disimpulkan bahwa ikan lele Sangkuriang sangat mudah tumbuh. Karena itu tidak perlu membatalkan niat untuk membiakkan ikan lele dengan segera.

Ini adalah alasan mengapa banyak petani ikan lele lebih suka jenis ikan lele Sangkuriang atau lele dumbo.

Kunjungi Juga : Cara Budidaya Ikan Nila

Selain itu, tanah tempat ikan lele Dumbo atau Sangkuriang ditanam tidak memakan banyak ruang. Dengan kata lain, kita bisa membiakkan jenis lele ini bahkan di tempat yang kecil. Karena lele jenis ini dapat bertahan hidup di tempat yang tidak luas.

Karena pemeliharaannya yang mudah, jenis ikan lele Dumbo atau Sangkuriang ini sangat cocok sebagai jenis ikan lele yang dapat direkomendasikan dalam pembiakan ikan lele.

Selain itu, lele jenis ini tidak harus menunggu lama untuk panen. Namun, jenis ikan lele ini sangat mudah dan sangat cepat tumbuh.

Jika Anda membiakkan ikan lele untuk pertama kalinya, Anda tidak perlu lagi khawatir tentang pertumbuhan ikan lele. Karena dengan pilihan jenis ikan lele atau lele Sangkuriang Anda tentu bisa membesarkan jenis ikan lele ini lebih sukses.

Tunggu apa lagi Persiapkan diri Anda segera untuk mencoba metode pemuliaan lele ini!

kondisi hidup lele

Namun, Anda tidak hanya perlu tahu jenis lele mana yang mudah dibudidayakan, tetapi juga memperhatikan persyaratannya agar lele yang kita budidayakan bisa bertahan lama.

Meskipun lele adalah jenis ikan yang sangat mudah dibudidayakan, jika kita tidak memperhatikan kondisi lingkungan atau tangki lele, hasilnya sama saja.

Selain ikan lele adalah jenis ikan yang mudah dibudidayakan, ikan lele juga bisa hidup di segala kondisi air. Ikan patin masih bisa hidup dan dibudidayakan dari air tawar, air asin dan air rawa.

 Jangan meremehkan masalah ini. Sekalipun ikan lele adalah jenis ikan yang dapat dipelihara dan dibudidayakan dengan jenis air apa pun, kita tidak boleh mengabaikan kualitas airnya.

Karena semakin baik kualitas air yang kita gunakan untuk pengembangbiakan ikan lele, semakin baik pula kualitas ikan lele yang akan kita budidayakan. Jadi Anda dapat memperoleh lebih banyak keuntungan, karena ikan lele Anda berkualitas sangat tinggi dan sehat.

Semakin baik kualitas airnya, semakin baik ikan lele yang kita pedulikan tumbuh. Oleh karena itu, kita harus mempertimbangkan beberapa kriteria air yang baik untuk perawatan ikan lele, yang akan kita pelihara nanti.

Suhu

Menurut penelitian oleh ahli ternak Debby Ratnasari dari 2011, ikan lele dapat bertahan hidup dengan baik di air pada suhu 26 hingga 32 ° C. Pencernaan ikan lele terganggu ketika suhu air terlalu rendah. Karena itu, air perlu hangat untuk memulai pencernaan pada ikan lele.

Tempat

Sebenarnya tidak ada tempat khusus untuk pengembangbiakan ikan lele, bahkan jika kita bisa membiakkan ikan lele di mana saja, bahkan di ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut.

Selain suhu yang harus diperhitungkan saat pengembangbiakan ikan lele, kita juga harus memperhatikan keasaman air yang kita gunakan untuk membiakkan ikan lele. Keasaman, yang cocok untuk pembiakan ikan lele, adalah 7 hingga 8 pH.

2. Kelompok pertumbuhan

Setelah bersiap untuk menanam ikan lele, inilah saatnya membuat kolam untuk pertumbuhan ikan lele.

Bahkan, membangun kolam untuk pertumbuhan ikan lele lebih mudah daripada membangun kolam untuk pengembangbiakan atau pengembangbiakan ikan lele. Cukup gunakan kolam yang hanya berukuran 5 x 2 meter dan sudah bisa menampung sekitar 1.000 benih ikan lele.

Kita bisa menggunakan kolam yang lebih luas jika kita memiliki lebih banyak ikan lele. Yang tersisa hanyalah menghitung skala ukuran kolam dengan jumlah ikan lele.

Intinya, setiap kolam 1 meter persegi bisa menampung sekitar 100 biji ikan lele. Jadi jika ukuran kolam kami sekitar 6 x 5 meter, kami dapat memasukkan sekitar 3000 benih ikan lele di kolam pertumbuhan.

Namun, kami juga harus memastikan bahwa kolam tidak terlalu penuh atau kolam yang digunakan di mana ikan terlalu dekat dengan kolam. Hal ini dapat menyebabkan ikan lele menjadi lebih rentan terhadap penyakit di kemudian hari

Jenis kolam pertumbuhan ikan lele meliputi kolam terpal, kolam semen dan kolam lantai. Dari ketiga jenis tambak tersebut, sebagian besar peternak ikan lele menggunakan tambak terpal karena harganya yang paling murah dibandingkan jenis tambak dasar dan tambak semen.

Selain itu, kolam terpal lebih sederhana dan lebih praktis. Bahkan kolam terpal ini telah terbukti meningkatkan produktivitas ikan lele.

Mungkin ada juga yang mengklaim bahwa lantai kolam adalah kolam yang lebih murah daripada kolam terpal.

Namun, perlu diketahui bahwa kolam tanah ini lebih rentan terhadap penyakit ikan lele dibandingkan kolam terpal. Dapat dikatakan bahwa budidaya lele dengan tarpond jauh lebih efektif daripada kolam tanah.

Nah, inilah cara membuat terpal yang baik.

Cara  budidaya ikan lele

Pertama-tama, kita nantinya akan menyiapkan terpal untuk Welsteiche kita. Secara umum, harga terpal per meter adalah sekitar Rp 9.000. Jadi jika kita ingin membuat kumpulan dengan ukuran sekitar 10 x 8, kita hanya perlu menyiapkan sekitar 720.000 rupee.

Kita juga bisa menggunakan dasar kolam dengan menggali dasar menurut ukuran kolam yang kita butuhkan. Namun, jika Anda adalah pembudidaya ikan lele dan masih pemula, Anda cukup menggunakan kolam berukuran 5 x 2 meter. Karena ini bisa meminimalisir kerugian jika panen gagal nanti.

Cobalah untuk mendistorsi lantai kolam sedalam 70 cm hingga 1 meter saat menggali tanah.

Anda tidak harus membuang sisa properti yang digali, tetapi letakkan dinding kolam dengan ketinggian sekitar 30 hingga 50 cm di bibir kolam. Hal ini diperlukan agar kolam tidak mudah putus jika terjadi hujan dan banjir.

Langkah terakhir adalah membuat bilah bambu atau pagar kolam. Atur bilah pada kemiringan kolam dengan ketinggian sekitar 35 cm. Bambu harus digunakan untuk sudut kolam, yang utuh dan tidak terbuat dari bambu yang terbelah.

Jika Anda menghitung secara total, kolam pertumbuhan ikan lele akan memiliki ketinggian sekitar 125 hingga 130 cm.

3. Siapkan benih berkualitas

Untuk pembiakan ikan patin kita harus memilih ikan patin dengan ukuran sekitar 5 hingga 7 cm untuk pembesaran dan mencoba memiliki nama samaran yang sama. Missal, jadi jika Anda membeli benih 6 cm, semuanya harus berukuran sama, yaitu 6 cm.

Jika Anda sudah tahu seberapa besar benih lele, sekarang saatnya untuk memilih benih lele yang berkualitas. Karakteristik benih lele berkualitas ini meliputi:

Tubuh ikan lele yang seimbang adalah ikan lele yang berkualitas. Karena itu, Anda perlu memperhatikan ukuran kepala dan tubuh ikan lele.

Ukurannya harus seimbang. Selain itu, Anda juga harus memilih ikan lele, yang gerakannya lincah dan berseri-seri, tetapi tidak pucat, dan warna tubuh mengkilap. Ini menunjukkan bahwa ikan lele adalah ikan yang tidak dinonaktifkan.

Kami juga harus memperhatikan perilaku lele. Lele yang baik atau berkualitas tinggi adalah ikan yang tidak tahan atau menggantung di air. Dengan kata lain, lele aktif adalah lele berkualitas.

Semakin berkualitas ikan lele Anda, semakin mahal ikan lele Anda nantinya.

4. Persiapan untuk aplikasi benih

Setelah kolam dan benih telah disiapkan, langkah selanjutnya adalah tidak mendistribusikan benih langsung ke kolam, tetapi untuk mempersiapkan terlebih dahulu sebelum menyebarkan benih ke dalam kolam.

Cara budidaya ikan lele – Persiapan berlangsung dalam dua langkah : menuangkan air ke dalam kolam dan menyuburkan benih lele. Sama seperti tanaman, ikan ini juga memiliki proses pembuahan. Berikut ini adalah langkah-langkah sebelum benih ditabur di kolam :

Pertama-tama isi kolam dengan air bersih yang tidak bercampur dengan sampah. Isi sampai air mencapai ketinggian sekitar 60 cm.

Kemudian siapkan pupuk kandang seperti kotoran kambing atau domba. Masukkan pupuk ke dalam karung. Bagilah pupuk menjadi dua bagian.

Baca Juga : Cara Budidaya Ikan Gabus

Setelah pupuk dibagi menjadi dua bagian, letakkan dua kantong di kolam, asalkan pupuk masih di dalam kantong. Anda bisa meletakkan karung di pinggir atau di tengah kolam. Kemudian karung bergerak dan mengapung bebas di permukaan kolam.

Seminggu kemudian, celupkan karung itu berulang-ulang seolah-olah tehnya datang, lalu angkat kedua karung itu. Dengan teknik perendaman ini, pupuk dapat sepenuhnya diserap oleh air.

Setelah mengikuti empat langkah ini, Anda dapat mendistribusikan benih lele di kolam Anda .

4. Menabur benih ikan lele

Nah, sekarang saatnya Anda bertanya bagaimana cara mendistribusikan benih ikan lele di kolam yang tepat. Penyimpanan benih lele yang benar sebenarnya dilakukan di pagi atau sore hari.

Cara budidaya ikan lele – Ini dilakukan dengan sangat baik untuk menghindari kontak langsung dengan sinar matahari yang intens. Karena kondisi air panas menyebabkan benih lele mati dengan cepat akibat stres panas. Sama seperti orang, hehe.

Sekarang, sebelum menyebarkan benih ikan lele ke dalam kolam, pertama-tama masukkan benih ikan lele ke dalam wadah plastik, dan kemudian bagikan benih ikan lele dengan memiringkan wadah dengan secara bertahap mengeluarkan benih ikan lele.

6. Perawatan lele

Cara budidaya ikan lele – Dalam pembiakan ikan lele kita harus menjaga beberapa hal penting saat merawat ikan lele sehingga ikan lele yang kita biakkan dapat tumbuh dengan baik dan berkualitas baik. Berikut ini adalah beberapa hal penting untuk merawat ikan lele.

Ada dua hal penting dalam perawatan ikan lele, yaitu pengelolaan air dan pakan ikan lele.

Disarankan untuk tidak mengganti air di kolam sebelum waktu panen. Karena kita masih harus menjaga air kolam tetap tenang ketika ikan lele masih dalam masa pertumbuhan.

Selain itu, kita juga harus memperhatikan bagaimana kolam dikosongkan. Jangan gunakan metode sirkulasi saat mengosongkan kolam, karena ini dapat mengurangi keasaman air kolam.

Anda hanya bisa menambahkan air kolam, tetapi perlu diperhatikan bahwa benih lele telah diberi makan. Dan lakukan penambahan air sedikit demi sedikit.

Topik penting berikutnya adalah makanan untuk anggota. Anda bisa memberi makan ikan lele dalam bentuk pelet, siput emas, plankton, cacing atau lainnya.

Ada juga waktu untuk katering. Pakan lele 5 sampai 6 kali sehari dengan interval sekitar 2 hingga 3 jam. Lebih baik menyediakan makanan setelah matahari terbit sehingga kontaminan yang mencemari air yang hancur terlebih dahulu terkena sinar matahari.

Jika hujan, Anda tidak boleh memberikan makanan apa pun, karena dapat terjadi kontaminasi asam dalam makanan. Pakan yang terkontaminasi dapat mempengaruhi kesehatan ikan lele. Tunggu sampai hujan berhenti, maka kita bisa memberi ikan lele.

7. Waktu panen lele

Cara budidaya ikan lele – Secara umum, ikan lele tumbuh sekitar 2 hingga 3 bulan sebelum mereka dapat dipanen.

Kita bisa melihat ikan patin dengan berat referensi 1 kg ikan patin dari 7 hingga 8 ekor dan mencoba menggunakan bahan yang licin saat panen sehingga tubuh ikan lele tidak menjadi melepuh. Jangan panen lele yang usianya tidak mencukupi.

Pertama-tama Anda dapat mengecilkan kolam, kemudian memanennya dengan selokan dan menaruhnya di wadah plastik.

Anda juga dapat menggunakan jaring ikan lele untuk membuat pekerjaan Anda lebih efisien. Anda harus berhati-hati ketika menangkap pria karena mereka juga bisa agresif. Wadah besar siap menampung tangkapan ikan lele Anda.

Setelah selesai, isi kolam dan bawa ikan lele yang belum siap panen kembali ke kolam. Sementara itu, lele siap untuk dijual kembali atau untuk konsumsi sendiri. Beri air agar ikan lele tidak mati dengan cepat saat dikeluarkan dari kolam.

Demikian Artikel Dari dunipeternakan.com semoga bermanfaat