Panduan Praktis Cara Ternak Kambing Jawa untuk Pemula

Diposting pada
Rate this post

Panduan Praktis Cara Ternak Kambing Jawa untuk Pemula

Panduan Praktis Cara Ternak Kambing Jawa untuk Pemula
Panduan Praktis Cara Ternak Kambing Jawa untuk Pemula

Ternak kambing Jawa merupakan kegiatan yang menarik dan dapat menjadi sumber penghasilan yang baik bagi para peternak. Kambing Jawa dikenal sebagai jenis kambing yang tangguh, tahan terhadap kondisi lingkungan, dan memiliki potensi reproduksi yang baik. Berikut adalah panduan praktis untuk memulai usaha ternak kambing Jawa bagi pemula:


Pemilihan Bibit Unggul:


Pilihlah bibit kambing Jawa yang sehat dan memiliki potensi pertumbuhan yang baik. Perhatikan aspek-aspek berikut:
Kesehatan: Pastikan kambing bebas dari penyakit menular.
Genetika: Pilih bibit dengan keturunan unggul untuk mendapatkan hasil ternak yang berkualitas.
Usia: Idealnya, pilih kambing yang berusia antara 6 bulan hingga 1 tahun.
Pengelolaan Kandang:
Desain Kandang: Buatlah kandang yang nyaman, memiliki sirkulasi udara baik, dan mudah untuk dibersihkan.
Luas Kandang: Pastikan kandang memiliki cukup ruang untuk setiap kambing agar dapat bergerak dengan leluasa Membuat kandang kambing, ukurannya harus disesuaikan dengan jumlah dan umur kambing. Secara lengkap ukuran kandang kambing sebagai berikut:
Anak kambing: 1 x 1,2 m per 2 ekor (anak kambing yang sudah disapih).
Jantan dewasa: 1,2 x 1,2 m per ekor.
Betina dewasa: 1 x 1,2 m per ekor.
Induk dan anak kambing 1,5 x 1,5 m (cukup untuk induk + 2 anak kambing)
Di bawah kandang, dasarnya digali sedalam 20 cm bagian pinggirnya dan di bagian tengahnya digali sedalam 30-50 cm. Dan buatkan pula saluran untuk kotoran yang menuju ke penampungan kotoran. Sehingga kotoran kambing dapat dimanfaatkan untuk yang lain, misal pupuk kandang atau biogas.
Fasilitas Air dan Makanan: Sediakan tempat minum dan makan yang bersih dan mudah diakses.


Pemberian Pakan yang Baik:


Pakan utama kambing yaitu tumbuhan hijau seperti rumput, daun-daunan hijau, dan legum (daun lemtoro, turi dan lain-lain). Untuk legume dan daun-daunan hijau sebaiknya dijemur terlebih dahulu di bawah terik matahari sekitar 2-3 jam. Ini dimaksudkan agar racun yang ada di daun dapat hilang. Untuk pakan tambahannya, berikanlah pakan padat atau yang biasa disebut konsentrat.
Yang umum digunakan yaitu ampas tahu, bekatul dan ketela pohon (dicacah terlebih dahulu). Setiap ekornya kira-kira membutuhkan 3 kg konsentrat per hari dengan komposisi 40% ampas tahu, 40% bekatul dan 20% ketela pohon. Pemberian konsentrat sebaiknya tidak bersamaan dengan pakan tumbuhan hijau.
Karena adanya perbedaan kandungan nutrisi dan daya cerna. Pemberian pakan sehari dua kali, yaitu pagi sekitar pukul 08.00 dan sore pukul 15.00. Berikanlah pakan utama yaitu tumbuhan hijau. Kemudian ketika kambing sudah banyak mengkonsumsi tumbuhan hijau dan terlihat belum kenyang, maka berikanlah konsentrat.


Manajemen Kesehatan:


Vaksinasi: Rutin memberikan vaksin yang diperlukan untuk mencegah penyakit.
Pemeriksaan Rutin: Periksakan kesehatan kambing secara rutin oleh dokter hewan.
Karantina: Pisahkan kambing yang baru dibeli untuk menghindari penularan penyakit.
Pemantauan Reproduksi:
Pemilihan Pejantan: Pilih pejantan dengan genetika yang baik untuk meningkatkan kualitas ternak.
Penjodohan yang Tepat: Tentukan waktu penjodohan yang tepat untuk mendapatkan hasil reproduksi yang baik.
Pemantauan Kehamilan: Awasi kehamilan kambing dan berikan perawatan khusus pada kambing bunting.


Manajemen Limbah:


Pemanfaatan Pupuk: Manfaatkan kotoran kambing sebagai pupuk organik untuk tanaman.
Pengolahan Limbah: Atur pengolahan limbah kandang agar tidak mencemari lingkungan sekitar.
Pemasaran dan Manajemen Usaha:
Pemasaran: Rencanakan strategi pemasaran, baik melalui penjualan daging, susu, atau bibit.
Manajemen Keuangan: Catat semua pengeluaran dan pemasukan untuk mengelola usaha secara efisien.
Pendidikan dan Informasi: Teruslah belajar tentang perkembangan terbaru dalam peternakan kambing untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan.


Dengan mengikuti panduan ini, diharapkan Anda dapat memulai usaha ternak kambing Jawa dengan baik. Ingatlah untuk selalu konsultasi dengan ahli peternakan atau dokter hewan untuk mendapatkan saran yang lebih spesifik sesuai kondisi lokasi dan kambing yang Anda pelihara.


Demikian Ulasan duniapeternakan.com. Mengenai Panduan Praktis Cara Ternak Kambing Jawa untuk Pemula Semoga Bermanfaat..


Pos Terbaru