8 Cara Budidaya Labu Siam Dengan Baik dan Benar

Diposting pada
Rate this post

Cara Budidaya Labu Siam Dengan Baik dan Benar


Tahukah Anda bagaimana Cara Budidaya Labu Siam Dengan Baik dan Benar? Labu siam (Sechium edule) adalah tanaman yang masuk dalam famili Cucurbitaceae. Tanaman ini memiliki ciri batang penunjang menjalar, lunak dan mengandung air. Buah labu memiliki warna yang bermacam macam mulai dari kuning, hijau muda hingga hijau tua.


6 Panduan dan Cara Budidaya Labu Siam

Di Indonesia, labu ini memiliki banyak sebutan, ada yang menamakannya waluh siem, labu Jepang, ada juga yang menyebutnya labu Jipang.

Tanaman labu siam tumbuh dengan merambat ke para-para. Besar buahnya dua kali kepalan tangan dengan bentuk membulat ke bawah.

Pada kulit luarnya ada alur yang mirip dengan pembagian ruang di dalam buah. Kulitnya yang tipis penuh tonjolan yang tidak beraturan. dan jika dikupas mengeluarkan getah.

Karena itu, sebelum dimasak harus direndam terlebih dahulu. Labu siam sering dikonsumsi sebagai pelengkap sayur ataupun sebagai lalapan.

Pada artikel ini, kita akan membahas mengenai cara budidaya labu siam.

Simak penjelasan di bawah ini!


Syarat Tumbuh


  1. Tanaman labu tergolong mudah ditanam. Wilayah tanamnya menyebar di berbagai belahan dunia. Dataran tinggi berhawa dingin maupun dataran rendah berhawa panas tidak masalah. Daerah dengan ketinggian 200-1000 m dpl paling cocok untuk labu siam. Adaptasi terhadap perilaku cuaca sangat baik, yaitu mampu berantisipasi terhadap kurangnya air maupun kelebihan air di musim hujan.
  2. Labu akan tumbuh optimal pada tanah yang kering, berdrainase dan aerasi baik, gembur, serta kaya

Cara Budidaya Labu Siam


Untuk mendapatkan hasil yang baik alangkah baiknya mengikuti langkah-langkah budidaya yang baik. Berikut ini adalah tahapan dan cara budidaya labu siam dengan baik :


1. Pengolahan Tanah


Membudidayakan tanaman labu siam terhitung tidak sulit. Hal yang pertama yang harus dilakukan yaitu mengolah tanah dengan cara yang umum, yakni dengan membalik tanah dan menyeimbangkan unsur haranya tidak jauh berbeda seperti halnya budidaya tanaman yang lain.

Setelah itu, dibuat parit-parit dengan pola tanam berjajar dan melintang di atas lahan guna memudahkan dalam pengairan tanaman.


2. Pemberian Pupuk Dasar


Pupuk dasar digunakan untuk menambah suplai nutrisi atau hara di dalam tanah. Hal ini bisa menggunakan pupuk organik atau pupuk kandang.

Selain pupuk organik Anda juga bisa menggunakan pupuk kimia sebagai tambahannya seperti NPK jika penanaman dilakukan pada musim kemarau.

Untuk info berikutlah tahapan dan langkah-langkah pemberian pupuk dasar yang baik, diantaranya :

  • Tanah yang telah digemburkan sebelumnya dibentuk menjadi bedengan dimana bagian tengahnya dibuat lubang yang memanjang mengikuti alur tanaman.
  • Lalu siapkan pupuk organik atau pupuk kandang kemudian taburkan di lubang yang telah dibuat.
  • Manfaatkan pupuk kimia juga menggunakan NPK 15-15-15 secara tipis diatasnya. Perlu perhatikan bahwa pemberian pupuk kimia jangan terlalu banyak.
  • Untuk mempercepat proses camprkan NPK dan pupuk kandang dengan menggunakan cangkul agar merata di dalam tanah.
  • Kemudian tutup kembali lubang tersebut.

3. Persiapan Bedengan


Setelah dilakukan penutupan tanah, hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah tahapan persiapan bedengan yakni tempat tumbuhnya tanaman.

Pembuatan bedengan memiliki tinggi sekitar 10-20 sentimeter dan juga memiliki lebar sekitar 40-60 sentimeter.

Bedengan yang sudah ada harus segera dilapisi plastik mulsa agar mengurangi penguapan air dan mencegah tumbuhnya gulma yang dapat mencuri nutrisi dalam tanah.


4. Pembibitan


Pembibitan labu siam bisa dilakukan dengan memanfaatkan biji yang terdapat pada buah labu siam yang umurnya sudah sangat tua.

Biji-biji labu siam tersebut disemaikan di tempat yang lembab sampai berubah menjadi kecambah atau mengeluarkan tunas baru. Benih labu siam sudah siap untuk ditanam jika tunas yang tumbuh sudah lebih dari 30 cm.


5. Penanaman


  • Masukkan biji yang telah bertunas dari buah labu siam tua ke dalam lubang dengan jarak tanam 4 x
  • Satu lubang tanam diisi 2-3 biji benih.
  • Benih yang sudah dimasukkan ke dalam lubang tanam selanjutnya ditutup dengan lapisan tanah, dan harus selalu kita jaga dari serangan berbagai macam hama, termasuk gulma atau rumput liar yang tumbuh di sekitarnya.
  • Untuk membuat media sebagai rambat tanaman, pastikan bahwa para-para yang telah kita pasang sebelumnya sudah berdiri dengan kokoh.
  • Jika dalam proses pertumbuhannya kita jumpai tanaman yang tumbuh tidak sehat, lakukan penyulaman sesegera mungkin dengan bibit baru yang umurnya diperkirakan sama, penyulaman ini dapat dilakukan sejak satu minggu setelah tanam.
  • Ketika tanaman labu mulai tumbuh merambat atau menjalar, periksa kondisi sekitar lahan. Jika banyak dijumpai gulma atau rumput liar, lakukan penyiangan guna mengurangi bahaya hama dan penyakit tanaman, serta persaingan dalam memperebutkan unsur hara yang terdapat di dalam tanah .
  • Para-para mulai difungsikan begitu tanaman mengeluarkan sulur. Rambatkan sulur tanaman pada bambu yang ditancapkan di dekat batang tanaman, dan pastikan sulur tersebut merambat dengan benar, agar ketika mulai berbuah, bambu yang menjadi para-para tersebut ikut membantu batang dalam menyanggah beban buah.
  • Pada saat tanaman berumur 3-6 minggu, lakukanlah pemangkasan pada cabang, agar tunas dapat menyebar dengan baik. Jika tunas dapat menyebar dengan baik, maka buah akan tumbuh dengan merata dan pertumbuhannya juga akan berlangsung sempurna. Potonglah ujung cabang tanaman labu siam yang sudah tua dan tidak bisa tumbuh memanjang, dengan tujuan agar tunas yang baru bisa Potong juga daun-daun yang sudah tua.

6. Pemupukan


Kebutuhan pupuk kandang untuk proses budidaya tanaman labu siam adalah 5 kg per lubang tanam. Pemberian dilakukan dilakukan dengan dibenamkan dekat batang pokok.


7. Pemeliharaan


  • Penyulaman

Jika ada tanaman yang tidak sehat pertumbuhannya, lakukan penyulaman dengan bibit baru yang kira-kira umurnya sama. Penyulaman dilakukan pada satu minggu setelah tanam.

  • Penyiangan Gulma

Penyiangan gulma juga dilakukan sebelum tanaman labu tumbuh merambat atau menjalar untuk mengurangi bahaya hama dan penyakit tanaman yang dapat menyerang tanaman labu siam saat proses budidaya.

  • Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan pada tanaman berumur 3-6 minggu. Agar buah tumbuh merata dan banyak, pemangkasan cabang diusahakan agar tunas menyebar dengan baik. Potonglah cabang yang sudah tua denganc ciri cabang yang tidak tumbuh memanjang lagi agar bisa bertunas. Daun tua yang sudah tidak produktif lagi juga dibuang.

  • Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian HPT dilakukan bila perlu saja, yaitu bila terlihat gejala adanya serangan serangga atau penyakit. Seperti hama ulat grayak (Spodoptera litura), kepik Leptoglossus australis dapat dilakukan penyemprotan Azodrin dengan dosis 2 cc/l. Sedangkan penyakit layu oleh cendawan Fusarium sp. dilakukan penyemprotan Benlate 2 g/l.

  • Penyiraman

Dibuat parit pngairan sederhana disekeliling lahan dan diantara beberapa baris tanaman.


8. Panen


  • Panen pertama dilakukan setelah tanaman berumur 4 bulan setelah tanam. Namun umur panen dapat berbeda tergantung tingkat perkembangan buah yang diinginkan.
  • Potonglah tangkai labu siam dengan menggunakan pisau, namun jangan sampai jatuh karena kulit labu siam sangat halus dan mudah lecet sehingga dapat mengurangi mutunya.

Demikianlah yang bisa saya sampaikan mengenai Cara Budidaya Labu Siam Dengan Baik dan Benar. Semoga bermanfaat.


Baca Juga :