Cara Ternak Belut Untuk Pemula Hinga Sukses

Posted on

Cara Ternak Belut Untuk Pemula Hinga Sukses

Cara Ternak Belut

Cara Ternak Belut – Saat ini banyak orang mulai melirik usaha budidaya belut karena berbagai alasan. Pertama, ternak belut memang termasuk bisnis yang menjanjikan karena permintaan belut yang terus meningkat.

Sedangkan di sisi lain, belut mulai sulit ditemukan di alam bebas akibat habitatnya yang banyak tercemar. Kedua, ternak belut memerlukan perawatan yang relatif mudah.

Baca Juga : Cara Ternak Ikan Hias : Pemeliharaan, Pakan, Memilih Calon Indukan, Pemijahan, Penetasan,

Meskipun mudah di banyak hal, peternak tetap harus tahu cara budidaya ternak belut yang sehat agar hasil panen sesuai harapan.

Setiap orang bisa memulai usaha ternak belut dengan modal yang minim. Bahkan dengan lahan sempit sekalipun, ternak belut bisa dimulai. Itu berarti syarat-syarat untuk memelihara belut sebenarnya tidak sulit.

Peternak hanya perlu memperhatikan beberapa faktor yang berpengaruh langsung terhadap kesehatan dan kelangsungan hidup belut. Pasalnya kesehatan belut sangat menentukan keberhasilan panen.

Perhatikan Syarat Lokasi Pemeliharaan

Budidaya ternak belut yang sehat dimulai dengan memilih lokasi yang tepat. Sebetulnya tidak ada keharusan tempat pembesaran belut harus di dataran tinggi atau dataran rendah.

Di keduanya, belut tetap bisa berkembang dengan baik. Hanya saja peternak perlu memastikan suhu udara yang tepat untuk tempat berkembang biak belut. Suhu udara paling baik untuk kolam belut berada di kisaran 25-31º C.

Kunjungi Juga : Cara Budidaya Ikan Nila

Agar belut sehat, maka kondisi air dalam kolam pembesaran juga harus baik. Air tidak boleh terkontaminasi limbah, minyak, sampah beracun, obat atau zat-zat kimia.

Sebaiknya kolam juga berlokasi di dekat rumah tempat tinggal atau minimal tidak jauh dari pemukiman.

Hal ini dimaksudkan agar kolam belut lebih mudah diawasi. Lokasi dengan penyinaran matahari yang cukup juga lebih baik dibanding tempat yang selalu teduh sepanjang waktu.

Persiapkan Tempat dan Alat yang Dibutuhkan

Cara Ternak BelutTahap selanjutnya untuk budidaya ternak belut yang sehat adalah menyiapkan tempat dan alat yang dibutuhkan.

Ada beberapa alternatif tempat pembesaran belut yaitu ember, drum, kolam terpal atau kolam semen. Masing-masing jenis tempat pembesaran itu ada keunggulan dan kelemahannya.

Jumlah bibit belut yang dimasukkan juga harus menyesuaikan besar tempatnya. Untuk belut kecil bisa berisi hingga 250 ekor per meter. Sedangkan untuk belut besar yang bisa ditampung sekitar 50-100 ekor per meter.

Setelah menyiapkan kolam pembesaran, selanjutnya adalah membuat media untuk tumbuh belut. Belut yang sehat adalah belut yang bisa mudah beradaptasi di tempat yang mirip habitat aslinya.

Baca Juga : Cara Budidaya Ikan Gabus

Maka dari itu, di dalam kolam harus dibuat seperti tempat tinggal asli belut di alam bebas. Tata beberapa bahan seperti jerami, kompos dan lumpur pada dasar kolam. Selanjutnya, isi air dan biarkan hingga 1-2 minggu agar terjadi proses fermentasi. Setelahnya, bibit belut baru bisa dimasukkan.

Pilih Bibit Belut yang Berkualitas

Cara Ternak BelutPemilihan jenis bibit ini merupakan hal paling penting dalam budidaya ternak belut yang sehat. Kualitas belut akan menentukan pertumbuhan belut selanjutnya hingga panen. Bibit yang sehat akan menghasilkan belut besar yang sehat pula.

Untuk menemukan bibit yang sehat ini bisa dikenali dari gerak belut yang lincah. Belut yang bergerak aktif biasanya adalah belut yang nafsu makannya bagus. Belut demikian bisa dengan cepat tumbuh besar.

Bibit yang berkualitas bagus dan sehat juga bisa dilihat dari warna kulitnya. Belut berkulit kusam dan tidak mengkilap sebaiknya tidak dipilih karena itu bisa jadi tanda-tanda penyakit.

Selain itu perhatikan juga siripnya. Sirip yang terluka sebaiknya juga tidak dipilih karena belut yang seperti itu akan gampang terserang penyakit. Bibit yang bagus bisa didapatkan di tempat khusus penangkaran belut.

Lakukan Perawatan yang Tepat

Pemeliharaan belut yang baik dimulai dengan pemberian makan dalam jumlah dan waktu yang tepat. Pemberian makan belut cukup diberikan satu kali saja saat sore hari karena belut merupakan hewan yang aktif mencari makan di malam hari.

Demikian Artikel dari duniapeternakan.com mudah2an bernamfaat dan semoga selalu berhasil dalam dunia usaha peternakannya..amin

Leave a Reply

Your email address will not be published.