Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Pare

Diposting pada

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Pare


Tahukah Anda tentang Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Pare? Budidaya tanaman banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia, baik untuk di jual kembali, dikonsumsi atau hanya untuk mengisi waktu luang dan lahan kosong.

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Pare

Tujuan utama dari semua budidaya tanaman adalah memperoleh hasil tanaman yang banyak dan juga berkualitas.

Namun tidak mudah menanam tanaman dengan hasil yang melimpah tanpa pengawasan dan perawatan khusus.

Banyak faktor yang menyebabkan hasil tanaman tidak terproduksi maksimal. Unsur hara tanah, iklim makro atau mikro, dan juga kondisi alam yang berubah merupakan faktor umum yang menyebabkan tanaman tidak maksimal dalam menghasilkan.

Selain itu faktor penting yang mempengaruhi hasil tanaman adalah hama dan penyakit yang menyerang tanaman, walaupun jenis tanaman yang ditanam seperti pare yang bukan salah satu tanaman ‘rewel’ tetapi, serangan hama dan penyakit tetap dapat mengganggu produktivitas tanaman.

Apa saja hama dan penyakit yang menyerang lalu bagaimana antisipasinya ?


Hama Tanaman Pare


Hama adalah hewan pengganggu tanaman, dengan cara memakan tanaman atau mengambil sari tanaman dan menyebabkan tanaman mati, hewan tersebut sudah dapat disebut hama.

Tanaman pare sendiri memiliki hama yang harus dihindari. Berikut beberapa hama yang sering menyerang tanaman pare.


1. Ulat Grayak Pemakan Daun Tanaman Pare


Ulat grayak atau ulat daun merupakan hama paling besar yang dapat menyerang tanaman pare.

Walaupun serangan hama ini tidak terlalu banyak seperti pada tanaman alpukat atau tanaman jambu biji, namun ulat grayak bisa menjadi hama yang berpotensi merusak tanaman pare.

Dengan memakan bagian daun ketika malam hari, pada siang harinya ulat akan bersembunyi didalam tanah. Jika serangan hama berat maka pare pun habis dimakan ulat.

Pemberantasan yang dapat dilakukan untuk hama ulat grayak dapat dilakukan dengan menyerang dan membasmi telur-telur dari ulat tersebut.

Umumnya telur yang baru menetas diambil menempel pada daun-daun atau menggunakan bahan pembasmi Kimiawi (Decis 2,5 EC, Supracide 40 EC).


2. Kepik Si Penyerang Buah Pare


Jika ulat menyerang daun terlebih dahulu maka hewan kepik atau Leptoglossus australis menyerang buah pare.

Jika buah pare mengalami penyerangan dari hama ini maka buah akan menurun kualitasnya, baik dari tekstur yang rusak karena dimakan kepik maupun sari buah pare tersebut.

Selain itu bekas serangan dapat ditumbuhi cendawan yang menyebabkan kebusukan pada buah pare.

Pemberantasan yang dapat dilakukan adalah pengendalian kimia dengan menyemprotkan racun kontak yang ampuh seperti azodrin dosis 2 cc/lt, sehingga kepik tidak akan menyerang tanaman pare anda.


3. Lembing (Epilachma sparsa)


Jenis hama ini menyerang pada daerah daun hingga menyisahkan tulang daun saja, hal ini menyebabkan daun menjadi kering dan berubah menjadi coklat. Dengan hal tersebut tentunya menyebabkan produksi akan berkurang.

Ciri hama ini adalah berbentuk bulat dan memiliki warna bercak hitam.

Cara pengendalian yang bisa dilakukan adalah dengan :

  • Menemukan dan menangkap telur, larva dan lembing secara langsung kemudian memusnakannya.
  • Anda juga bisa menggunakan musuh alami yaitu menggunakan tumbuhan yang bisa menjadi parasit telur, larva dan pupa.
  • Melakukan rotasi tanaman
  • Menggunakan insektisida dengan dosis yang sesuai.

Penyakit Tanaman Pare


Selain hama tanaman ternyata ada beberapa penyakit yang bisa mengganggu pertumbuhan bahkan bisa menggagalkan panen pare, berikut jenisnya :


1. Antraknosa pada Tanaman Pare


Ancaman tanaman pare selanjutnya adalah penyakit antraknosa. Penyakit ini menyerang batang dan juga buah.

Pada daun cirinya akan muncul noda hitam dan pada serangan berat warna daun akan berwarna hijau tua dengan bercak noda hitam diseluruh bagian daun.

Pada musim hujan serangan ini akan lebih banyak terjadi, karena penyakit antraknosa disebabkan oleh jamur atau cendawan Collectrichum sp.

Pemberantasan yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pergiliran tanaman pada satu lahan yang sama dan menggunakan fungisida benlate khusus jamur dengan dosis 2 gram/liter.


2. Penyakit Embun Tepung


Terakhir penyakit yang harus diwaspadai pada tanaman pare adalah penyakit embun tepung.

Penyakit ini menimbulkan gejala awal dengan adanya tepung putih pada bagian bawah daun tanaman pare.

Daun yang terserang akan berwarna kuning, coklat kemudian mengering. Sedangkan bagian batang yang diserang tepung akan terlapisi tepung putih seluruhnya. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan oidium sp.

Pemberantasan yang dapat dilakukan adalah mengurangi kelembaban yang disebabkan drainase yang kurang baik dan juga jarak tanam yang terlalu dekat.

Selain itu menanam varietas yang resisten atau tahan penyakit dan juga menggunakan fungisida merupakan langkah yang dapat anda tempuh.


3. Penyakit layu


Jenis penyakit layu ini disebabkan oleh Fusarium sp. dimana gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini adalah sebagai berikut :

  • Pada ujung daun mengalami kelayuan
  • Daun secara perlahan mengalami pengerutan dan kemudian mengering
  • Bila hal ini dibiarkan maka akan menyebabkan tanaman akan mati.
  • Penyakit ini menyerang pada tanaman yang baru saja berkecambah dan tanaman mudah, namun tidak jarang ditemukan juga pada tanaman yang sudah dewasa.

Lalu bagaimana cara pengendalian penyakit layu ini, berikut penjelasannya :

  • Mengambil bagian tanaman yang terserang kemudian memusnakannya dengan cara mengubur ataupun membakarnya.
  • Semprotkan larutan fungisida benlate 2 gram/liter pada tanah bekas penyakit ini menyerang.
  • Dan gunakanlah benih yang tahan terhadap serangan patogen atau penyakit ini.

Demikianlah ulasan sederhana ini tentang Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Pare. semoga bisa bermanfaat.


Baca Juga :