Cara Menanam Bawang Bombay Di Halaman Rumah Sukses Untuk Pemula

Posted on

PEDOMAN TEKNIS UNTUK BUDIDAYA

Pembibitan

Persiapan Pembibitan

Cara Menanam Bawang Bombay – Biji bawang sangat sulit didapat. Ini karena budidaya masih belum populer, seperti bawang merah dan putih. Pengadaan benih dari jenis benih impor merupakan salah satu alternatif yang bisa dipilih. Tentu saja perlu untuk mencari spesies yang sesuai dengan kondisi alam dan iklim Indonesia. Alternatif lain juga dapat menampung benih mereka sendiri, baik dalam bentuk benih dan umbi yang disebut set.

Bibit Bibit

Menanam bawang dapat dilakukan dengan menggunakan biji yang diunggulkan terlebih dahulu. Dengan benih ini, biasanya satu umbi dapat diproduksi dan merupakan cara yang murah karena harga benih relatif murah. Namun, dalam iklim tropis seperti Indonesia, bawang sangat sulit berbunga dan membentuk biji. Untuk dapat berbunga dan membentuk biji, suhu udara rata-rata ± 0,1-0 derajat C.

Untuk mengatasi kesulitan ini, ikuti cara berikut. Umbi bawang yang akan ditanam untuk menghasilkan biji disimpan pada suhu rendah 5-10 derajat C selama sekitar 3-4 minggu. Setelah itu, umbi-umbian ditanam di tempat yang sejuk, sehingga penyerbukan berjalan dengan baik perlu dibantu. Penyerbuk yang baik adalah serangga, seperti lebah madu. Karena itu, pemeliharaan lebah madu di area pembibitan bawang sangat bermanfaat.

Biji Umbi

Pertama, persiapkan lahan untuk pembibitan. Tanahnya sangat subur dan gembur. kemudian di tempat pembibitan 7,5-10 cm lekukan stocking. Jarak antar alur sekitar 30-35 cm. Kemudian bawang disebar di atas alur dengan sebaran yang agak padat. Untuk tanah subur, benih dibutuhkan +100 kg / ha, tetapi jika kesuburan tanah cukup dengan 75 kg / ha. Sementara itu, jika tanahnya kurang subur, sebaiknya jangan menyebarkan benih terlalu banyak, cukup 50 kg / ha. Bibit ini dibiarkan tumbuh sesuai dengan ketentuan pembibitan yang biasa tetapi tidak dilakukan penjarangan. Ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan bagi seleksi alam berlangsung. Benih yang baik dan kuat akan tumbuh dengan baik dan benih yang lemah yang tidak tumbuh dengan baik akan mati.

Setelah bibit bawang membentuk umbi muda dengan ukuran tertentu, bibit dipanen untuk digunakan sebagai biji. Ukuran umbi muda (set umbi) dapat dikelompokkan dalam tiga ukuran. Yang pertama adalah sekelompok set umbi besar yang diameter umbinya sekitar 2-2,5 cm atau berat 6,3 gram. Kelompok kedua adalah umbi sedang dengan diameter 1,5-2 cm dengan berat rata-rata 1,4 gram. Akhirnya, set umbi berukuran kecil dengan diameter 0,5-1,5 cm dengan berat 0,5 gram.

Biji dengan Umbi Tua

Pilihan lain untuk pengadaan biji bawang adalah umbinya sendiri. Dengan menggunakan umbi-umbian ini, tanaman rumpun dapat diproduksi. Bisa juga menggunakan umbi samping untuk bibit. Untuk bibit, umbi berukuran sedang dan seragam dengan berat 10-25 gram. Lampu ini dapat diperoleh dengan membeli di pasar atau dengan memproduksi sendiri. Umbi untuk bibit harus dipilih dengan kualitas baik, tidak ada penyakit atau tanda-tanda penyakit atau hama. Jangan gunakan umbi yang cacat, terluka, rusak atau patah. Pilih umbi yang sudah tua, tidak keriput, padat, menthes dan mengkilap. Selain itu, umbi untuk benih ini harus berasal dari tanaman yang dipanen yang sudah tua dan sudah disimpan cukup lama, yaitu umbi kawak.

Pembuatan Semai Media

Ranjang pembibitan harus dibentuk ke arah utara-selatan untuk mendapatkan sinar matahari yang cukup. Sementara itu, untuk melindungi bibit dari air hujan, perlu dibuat naungan. Tempat teduh dapat dibuat dari lembaran plastik untuk atap. Atap ini dipasang di atas bingkai teduh, dengan ketinggian 1,25 m di timur dan 1 m di barat. Dengan cara ini, sinar matahari pagi yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan bawang dapat masuk lebih banyak ke kamar bayi.

Untuk setiap tempat tidur, tiga alur dibuat dengan jarak sekitar 25 cm dan alur sekitar 5 cm. Setelah siap, tempat tidur dibasahi sampai lembab. Kemudian biji ditaburkan di alur dengan taburan agak jarang, lalu ditutup dengan tanah halus. Untuk setiap hektar penanaman dibutuhkan sekitar 2-2,5 kg benih. dimana setiap hektar membutuhkan sekitar 300 m2 tempat tidur anak.

Pembibitan pembibitan

Pembibitan disiram 3 kali sehari, yaitu pagi, siang dan sore hari dengan lubang halus atau penyemprot. Yang paling penting adalah jangan sampai pembibitan mengering, tapi jangan sampai becek. Agar pembibitan tidak cepat kering, jerami dapat ditutup untuk mengurangi laju penguapan air dari permukaan bedengan pembibitan.

Satu minggu kemudian, bibit sudah mulai tumbuh. Pada saat itu pembibitan dapat disiangi untuk menghilangkan rumput dan gulma lainnya. Sekitar 4 minggu, penipisan bisa dilakukan.

Transfer Benih

Setelah 10 minggu, bibit dapat ditarik dan ditanam di ladang. sebelum ditarik keluar, bedengan disiram terlebih dahulu untuk memudahkan pemindahan bibit. Bibit / bibit dipindahkan dengan hati-hati dan harus digunakan oleh pencukil, untuk mencungkil tanah bersama dengan bibit. Saat itu, semaian seukuran pensil.

Media Tanam

Persiapan

Untuk bawang, kondisi tanah yang akan dicapai dalam pengolahan longgar, subur, tidak berlumpur, tidak asam, bebas gulma dan sebagainya. Untuk mencapai kondisi ini beberapa perawatan perlu dinyatakan, termasuk pengapuran tanah masam jika diperlukan.

Pembukaan lahan

Pembukaan untuk budidaya bawang merah harus dilakukan 2-4 minggu sebelum tanam dan dilakukan ketika tidak ada hujan sehingga tanahnya cukup keras dan kering, agar tidak menyulitkan pekerjaan dan tidak merusak struktur tanah. Tanah untuk tanaman bawang ini dilunakkan terlebih dahulu dengan pelonggaran ringan dengan cangkul, bajak atau traktor. Kemudian di sekitar tanah dibuat saluran irigasi melingkar yang mengelilingi tanah. Saluran ini memiliki kedalaman sekitar 50 cm dan lebar 50 cm.

Lalu, tanah itu melunak lagi sedikit. Sambil melonggarkan tanah, sebuah kanal transversal dibuat dan dipotong ke daratan yang dalam dan lebarnya sekitar 40 cm. Saluran ini disebut saluran drainase. Kemudian benjolan dari cangkul yang dihasilkan dari penggalian kanal membentuk bedengan, dengan parit kecil di antara bedengan. Saluran drainase dapat dilepas, sebagai gantinya dibuat parit di antara bedengan.

Formasi Ranjang

Lebar tempat tidur dibuat sekitar 80-100 cm dan panjangnya bisa disesuaikan dengan panjang tanah. Panjang tempat tidur antara 3-5 m. Jika lahan agak sulit mendapatkan air, bedeng tidak perlu terlalu tinggi, cukup 15-25 cm. Jika ada cukup air atau terlalu banyak, bedengan harus agak tinggi, yaitu 25-35 cm. Kemudian parit di antara bedengan dibuat dengan lebar 35-40 cm.

Teknik Tanam

Penentuan Jarak

Karena umbi bawang cukup besar, jarak tanamnya sedikit lebih renggang. Batas jarak bawang adalah 25-40 cm, di antara tanaman dan 10-40 cm di antara tanaman dalam baris. Beberapa menggunakan spasi 10 x 25 cm, 30 x 30 cm, 40 x 40 cm. Jika benih dalam bentuk bibit, jarak tanam 10 x 25 cm biasanya digunakan. Tetapi jika bibit adalah umbi set atau umbi tua, jarak tanam adalah sekitar 30 x 30 cm atau 40 x 40 cm. Jarak terlalu ketat tidak baik, dan terlalu renggang tidak ekonomis.

Membuat Lubang Tanaman

Jika bibit digunakan, bibit pertama kali dibuat dengan lubang dengan kedalaman sekitar 5-7,5 cm, jika tanahnya berpasir. Tetapi jika tanahnya berupa tanah liat atau semacamnya, kedalaman lubang sekitar 5 cm sudah cukup. Selanjutnya, bibit ditanam dalam lubang dengan akar tegak ke bawah dan tanah dikubur di pangkal batang sambil sedikit ditekan.

Cara menanam

Jika bibit dalam bentuk umbi atau set digunakan, lubang pertama kali dibuat dengan umbi untuk membantu memasukkan benih ke dalam bedengan. Umbi benih kemudian dimasukkan ke dalam lubang, sampai kira-kira bagian yang dipotong pada umbi sejajar dengan permukaan bedengan. Posisi umbi diusahakan tegak lurus dengan potongan yang terletak di permukaan bedengan. Jangan letakkan umbi benih dalam posisi terbalik. Setelah itu, tanah tertutup tipis. Setelah penanaman selesai, bedengan dibasahi secukupnya sampai lembab.

Mencoba menanam bawang bisa dilakukan ketika tidak ada hujan. Lebih baik memilihnya di pagi hari, ketika matahari tidak terlalu tinggi dan saat itu cerah. Jika hujan atau cuaca kurang bersahabat, penanaman harus ditunda sampai cuaca memungkinkan untuk penanaman.

Perawatan Tanaman

Penyiangan

Rumput gulma harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak akar bawang. Sambil menyiangi sekaligus tanah bisa dilonggarkan sehingga permukaan bedengan tidak mengeras. Tempat tidur yang runtuh atau rusak diperbaiki lagi. Juga saluran dan parit. Jika umbi-umbian yang mulai tumbuh tampaknya telah terangkat oleh akar untuk muncul di permukaan, mereka harus segera diperbaiki sehingga umbinya tertutup tanah.

Biasanya, penyiangan dilakukan 2 kali, yaitu pada usia 3 minggu dan setelah usia 6 minggu. Seringkali juga ketika menyiangi atau mengendurkan tanah dilakukan bersamaan dengan pemupukan berikutnya, serta untuk merendam pupuk tambahan ke dalam tanah. Jangan mengendurkan tanah saat tempat tidur masih basah karena dapat merusak tanah. Itu harus dilakukan sebelum penyiraman diberikan agar bedengan tanah masih kering.

Perawatan Tanaman

Penyiangan

Rumput gulma harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak akar bawang. Sambil menyiangi sekaligus tanah bisa dilonggarkan sehingga permukaan bedengan tidak mengeras. Tempat tidur yang runtuh atau rusak diperbaiki lagi. Juga saluran dan parit. Jika umbi-umbian yang mulai tumbuh tampaknya telah terangkat oleh akar untuk muncul di permukaan, mereka harus segera diperbaiki sehingga umbinya tertutup tanah.

Biasanya, penyiangan dilakukan 2 kali, yaitu pada usia 3 minggu dan setelah usia 6 minggu. Seringkali juga ketika menyiangi atau mengendurkan tanah dilakukan bersamaan dengan pemupukan berikutnya, serta untuk merendam pupuk tambahan ke dalam tanah. Jangan mengendurkan tanah saat tempat tidur masih basah karena dapat merusak tanah. Itu harus dilakukan sebelum penyiraman diberikan agar bedengan tanah masih kering.

Pemupukan

Tumpukan tanah di atas tempat tidur dihancurkan sambil diratakan sampai rata dan merata. Sekitar seminggu sebelum tanam, pupuk kandang tua / kompos diberikan sebanyak 10-15 ton / ha. Pupuk ini dicampur di bedeng tanah sambil menghaluskan dan meratakan bedeng lagi. Dengan aplikasi pupuk ini akan dapat membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kapasitas air, kesuburan dan kerapuhan tanah.

Setelah itu tanah perlu dibasahi secukupnya dengan menggunakan emrat atau sprayer. Kemudian sekitar 2-3 hari sebelum tanam lagi diberikan pupuk yaitu pupuk buatan yang berfungsi sebagai pupuk dasar. Tempat tidur diratakan lagi pada saat yang sama saat merendam pupuk ke tanah. Selanjutnya, tempat tidur itu dibasahi lagi secukupnya.

 Irigasi

Bawang membutuhkan banyak air, terutama selama pembentukan umbi. Menjelang pertumbuhan tua, kebutuhan air berkurang dan sebelum panen lebih baik jika tidak diberikan air. Dengan kondisi sistem akar dalam bentuk serat akar yang tidak terlalu lama, irigasi yang diberikan harus mampu menjangkau dan diserap oleh akar. Sementara itu, penanaman bawang umumnya dilakukan di musim kemarau di mana tidak banyak air tersedia. Karena itu, peran irigasi dalam budidaya bawang merah menjadi sangat penting.

Penyiraman juga bisa dilakukan dengan sistem leb, yaitu dengan menggenangi parit dan kanal. Sistem ini membutuhkan banyak air yang pada saat tanam, air akan sulit didapat (musim kemarau). Selain itu, sistem leb dapat menyebabkan pemadatan tanah. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam implementasi sistem irigasi adalah upaya agar irigasi dapat mencapai sistem akar dan dapat diserap. Setelah irigasi, dirasakan bahwa ada cukup air di parit dan drainase perlu segera dikeringkan agar tanah tidak menjadi berlumpur.

Cara lain yang lebih baik adalah memercikkan air melalui semprotan / sprayer / sprinkler. Penggunaan emrat lebih cocok untuk mengairi tanah yang kurang luas. Untuk area yang luas, penggunaan alat penyiram lebih tepat. Meski begitu penggunaan alat ini membutuhkan peralatan khusus, yaitu pompa air dan sprinkler.

Irigasi pertama dilakukan segera setelah bibit ditanam. Tempat tidur dibasahi secukupnya. Setelah itu, pengairan bisa dilakukan setiap dua hari yang dilakukan pada pagi dan sore hari. Yang perlu diperhatikan adalah tempat tidur agar tidak mengering dan juga tidak menjadi becek. Penyiraman diberikan sampai pembentukan umbi mencapai ukuran maksimal atau mendekati usia tua.

Hama dan Penyakit

Hama

Hama yang menyerang bawang adalah hama bodas, penggerek daun dan lainnya.

Penyakit

Penyakit yang menyerang bawang merah adalah asam urat, busuk, bintik ungu dan sebagainya. Sebagai tindakan kontrol ada yang menyemprot setiap 7-10 hari. Jika hujan di siang hari (musim kemarau), tanaman harus segera disemprot. Demikian juga, jika pada malam hari cuaca berawan atau hujan, maka pada pagi hari fungisida segera disemprotkan untuk mencegah berbagai penyakit. Selain itu, dipastikan bahwa lapisan tanah tidak berlumpur.

Panen

Karakteristik dan umur panen

Umur panen bawang sekitar 4-5 bulan. Spesies berumur panjang bisa mencapai 5 bulan, sedangkan berumur pendek biasanya kurang / hingga 4 bulan. Ketika tanaman digunakan untuk menghasilkan umbi untuk bibit, panen dilakukan pada usia yang lebih tua daripada panen untuk umbi konsumsi.

Karakteristik yang dapat digunakan untuk mengamati waktu panen yang baik adalah perubahan warna daun dan batang umbi. Jika ujung daun mulai menguning dan batang umbi telah mengempis, itu berarti ketika panen sudah dekat.

Cara Memanen

Cara memanen adalah dengan menarik. Jika sulit untuk ditarik atau daunnya mudah patah, ini dapat membantu dengan merobohkan tempat tidur. Panen sebelum batang benar-benar kering dan cukup kuat untuk dicabut. Pemanenan harus dilakukan ketika cuaca cerah, tidak mendung terutama hujan. Lebih baik di pagi hari ketika matahari tidak panas dan embun telah hilang.

Setelah ditarik keluar, biarkan umbi dan batang disimpan sementara di tempat tidur untuk membuatnya sedikit lebih kering. Tumpukan agar umbinya terkubur di dalam daunnya. Dengan demikian, umbi akan terhindar dan terkena panas matahari langsung. Kemudian umbinya bisa diangkut ke area pengeringan

Pasca panen

 Penyortiran dan Klasifikasi

Sebelum dijual, lebih baik umbi disortir terlebih dahulu. Umbi yang rusak, terluka atau terkena hama dan penyakit dipisahkan dalam kelompok yang berbeda. Tanah yang masih menempel pada akarnya dibersihkan. Batang dipotong sekitar 2 cm di atas batang umbi. Jangan memotong terlalu pendek agar tidak mengenai umbi yang dapat menyebabkan cedera dan membuatnya lebih mudah terkena hama atau penyakit. Kulit terluar yang telah dikupas dihilangkan oleh seutas helai sehingga umbi terlihat mengkilap, bersih dan cerah.

Setelah itu, umbi dikelompokkan sesuai ukuran, yaitu kelompok besar, sedang dan kecil. Untuk pengepakan, Anda dapat menggunakan karung atau wadah yang memberikan sirkulasi udara bersih di dalam wadah.

Penyimpanan

Di perapian dapur para-di atas atau di gudang dapat digunakan untuk menyimpan bawang. Namun, karena tidak banyak petani yang menanam bawang, maka untuk saat ini, produknya dapat terjual dengan cepat.

Pengeringan

Pengeringan bawang dilakukan dengan pengeringan atau dengan menggunakan pengering buatan. Usahakan agar pengeringan bisa berjalan cepat sehingga kemungkinan kerusakan karena tidak kering bisa dihindari

Demikian artikel dari duniapeternakan.com semoga bermanfaat dan berhasil dalam budidayanya amin…