√ 7+ Cara Budidaya Ikan Koi Berhasil 100% – Duniapeternakan.com

Posted on

Budidaya Ikan Koi – Ikan koi adalah jenis karper atau ikan Mas, nama ilmiahnya adalah Cyprinus caprio. Ikan ini dihasilkan dari perkawinan silang dari berbagai jenis ikan mas. Ikan koi dipopulerkan oleh Jepang. Banyak versi menjelaskan asal usul ikan koi.

Nah Pada artikel ini kami akan membahas bagaimana budidaya ikan koi, berikut di bawah ini cara budidaya ikan koi :

Pilih Induk Yang Berkualitas

Indukan memainkan peran penting dalam budidaya ikan koi. Indukan dengan gen yang baik akan menghasilkan keturunan yang baik juga. Jika sulit menemukan Indukan yang baik, Anda bisa meminjamnya dari pecinta ikan koi yang menyimpan ikan ini untuk waktu yang lama. Para pecinta Koi biasanya mengumpulkan koi berkualitas untuk perawatan mereka sendiri atau untuk keperluan kontes. Kebanyakan pecinta koi tidak memiliki keterampilan atau waktu untuk menikahi ikan mereka. Perkawinan dapat menjaga kesehatan ikan.

Hal semacam ini digunakan oleh petani dengan bekerja sama dengan pemilik ikan. Pemilik ikan diuntungkan karena ikan tersebut dapat dikawinkan sementara para petani senang karena mereka bisa mendapatkan keturunan yang berkualitas. Sebagai imbalannya, pemilik biasanya memberikan izin kepada petani untuk memilih satu atau dua ikan dari pernikahan.

Induk koi yang sehat harus memiliki karakteristik, yaitu:

  • Kehidupan ikan lebih dari 2 tahun.
  • Jenis ikan yang dipelihara sama atau mendekati, misalnya Kohaku dengan Kohaku.
  • Bentuk tubuh sangat ideal dan memiliki lekukan dari atas yang terlihat seperti torpedo.
  • Gaya berenang ikan cukup tenang dan seimbang (tidak terlalu lambat atau terlalu cepat).
  • Ikan berwarna cerah dan kontras.
  • Ikan harus sehat dan gerakannya gesit atau tidak banyak tenang di dasar kolam.
  • Peternak jantan dan betina sama-sama dewasa untuk kawin.
  • Induk betina dan jantan harus disimpan di kolam yang berbeda sehingga ketika dikawinkan pejantan tidak perlu mengalami pembengkokan (puasa untuk kawin) lagi. Umumnya pemeliharaan kolam induk sama dengan pemeliharaan kolam pembesaran.

Membuat Kolam untuk Tempat Tinggal dan Mengawinkan

Kolam adalah faktor utama keberhasilan seseorang dalam melakukan budidaya ikan. Bentuk kolam dan terbuat dari salah satu kolam, apakah kolam tanah, kolam terpal, atau kolam beton juga harus dipertimbangkan. Ada juga yang membudidayakan koi di akuarium karena ikan koi cukup mudah dirawat. Menurut petani ikan koi, kolam terpal tidak baik untuk tempat tinggal ikan koi. Idealnya kolam pemijahan memiliki ukuran 3 × 6 meter dengan kedalaman 60 cm sedangkan ketinggian air 40 cm.

Untuk hasil maksimal, Anda harus menggunakan kolam plesteran. Kolam harus mendapat sinar matahari yang cukup dan saluran pembuangan masuk dan keluar agar sirkulasi air selalu terjaga. Di saluran air, Anda harus memasang filter halus sehingga ikan koi tidak akan hanyut bersama dengan air yang keluar dan dapat mengurangi hama yang ada di sekitarnya. Kolam yang telah dibuat harus dibiarkan terlebih dahulu selama beberapa hari sampai benar-benar kering.

Untuk menghindari bahan kimia yang ada di semen di kolam. Setelah kering, Anda bisa memasukkan air. Air juga harus disimpan selama sekitar 24 jam setelah itu Anda dapat memasukkan induk koi

Anda harus menyediakan kakaban untuk menempatkan telur ikan koi. Lalu bagaimana Anda membuat kakaban? Mudah. Berikut ini adalah metode untuk membuat kakaban untuk budidaya ikan koi:

Siapkan ijuk, bilah bambu dan paku dengan panjang 120 cm dan lebar 40 cm.

Kelola ijuk serapi mungkin dan kemudian dijepit dengan bambu dan paku. Jumlah ijuk dapat disesuaikan dengan ukuran induk betina.

Sebagai catatan, untuk induk betina yang memiliki berat 1 kg, memberikan ijuk yang baik adalah 4-6 lembar. Ijuk ini bisa dipasang setelah kolam diisi air.

Selain ijuk, untuk menempatkan telur bisa dengan Hydrilla. Selanjutnya Anda bisa menyediakan tempat untuk anakan.

Banyak tempat diperlukan untuk membedakan ikan koi muda dari ikan yang berumur 3 bulan atau panjang hingga 15 cm.

Untuk membuat kolam, perawatan bisa disesuaikan dengan kondisi lahan. Umumnya untuk menampung ikan koi dari 250 hingga 300 ikan, diperlukan kolam dengan ukuran 3 × 4 dan kedalaman kolam 40 cm.

Tahap Pemijahan

Tahap pemijahan menentukan keberhasilan atau kegagalan dalam budidaya ikan koi. Tahap ini harus benar-benar maksimal dalam pengelolaan atau pemeliharaannya. Untuk meminimalkan kegagalan dalam proses pemijahan, Anda harus menyediakan lebih dari satu pejantan karena mungkin satu dari pejantan tersebut sedang tidak sehat. Berikan induk jantan 3 hingga 5 ekor.

Setelah semuanya siap, masukkan induk betina ke kolam pemijahan terlebih dahulu sekitar jam 4 sore, biarkan ikan beradaptasi dengan kolam pemijahan. Setelah 3-5 jam, lalu masuki induk jantan, biasanya pemijahan akan berlangsung pada tengah malam. Induk betina akan berenang di sekitar kolam, sementara jantan akan mengikuti di belakang dan sesekali menempelkan tubuh pada betina. Berikut ini adalah metode penanaman koin yang harus dipertimbangkan dalam tahap pemijahan.

Pada proses utama, betina akan melepaskan sel telur diikuti oleh jantan mengeluarkan sperma. Biasanya telur yang sudah dibuahi menempel pada kakaban atau tanaman air dan pernikahannya selesai di pagi hari.

Secepat mungkin pisahkan induk dari kolam pemijahan sehingga telur bertahan dari kemungkinan dimangsa oleh induknya sendiri.

Untuk proses penetasan larva, diperlukan akurasi yang akurat untuk suhu air, jika suhu air terlalu dingin, larva akan lama menetas dan telur akan membusuk jika suhu air terlalu panas.

Untuk menetaskan telur yang telah dibuahi, suhu air sekitar 27-30 derajat Celcius. Kakaban harus direndam dalam air agar telur bisa menetas dengan baik.

Telur akan menetas selama sekitar 48 jam dan tidak segera memberi makan pada tahap ini karena larva yang baru menetas masih memiliki cadangan makanan untuk bertahan 3-5 hari.

Setelah 5 hari kehabisan makanan, berikan pakan hidup seperti kutu air yang disaring. Pakan hidup ini lebih baik daripada kuning telur rebus karena airnya akan lebih bersih sedangkan kuning telur akan berbau amis dan kotor.

Selain itu, makanan hidup lebih dibutuhkan oleh ikan koi. Pemberian kutu air ini bisa diganti dengan cacing sutra saat ikan koi panjangnya 1,5 cm. Sedangkan pemberian cacing sutra tidak diberikan lagi saat ikan berumur 3 minggu.

Demikianlah ulasan dari duniapeternakan.com semoga dengan adanya aritkel ini bisa sangat bermanfaat untuk anda.

Baca juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.