√ Teknik Menanam dan Merawat Tanaman Selada yang Amat Praktis, Hasil melimpah

Posted on

Peluang Usaha  Membudiayakan  Selada

Budidaya Selada – Apabila anda mempunyai lahan dan juga kebun disekitar rumah maka menanam selada bisa jadi salah satu alternative untuk mengisi kekosongan lahan tersebut.
Namun apabila anda tertarik membudidayakannya agar bisa menghasilkan keuntungan maka itu bukanlah ide yang buruk karena permintaan akan selada semakin hari semakin meningkat.
Namun untuk menanam selada sendiri tidak dapat dilakukan dengan sembarangan. Ada hal hal penting yang perlu diketahui supaya selda bisa tumbuh dengan baik sehingga memperoleh keuntungan maksimal.
Pada intinya jika anda tertarik menanam selada anda haruslah memeprlajari cara budidaya selada dengan baik, berikut beberapa cara untuk membudidayaan selada.

Budidaya Selada Yang Efektif

Pemilihan lahan yang cocok

Untuk membudidayakan selada langkah awal yang perlu diketahui ialah bagaimana memilih tempat budiaya yang cocok agar selada bisa tumbuh dengan baik.
Biasanya pertumbuhan selada akan baik bila ditanam pada daerah yang memiliki suhu rendah sekitar 15 – 25oC. dan keadaan tanah yang paling cocok ialah tanah berjenis lempung berpasir atau bisa juga lempung berdebu dan pastinya tanah tersebut memiliki kadar unsure hara yang cukup tiggi.
Namun apabila alahan yang anda miliki kekurangan unsur hara anda tidak perlu khawatir dikarenakan selada dapat tumbuh dengan baik apabila anda rajin memupuk dan menyiram selada seara teratur.

Baca Juga : Cara-Menanam-Padi

Pengolahan lahan

Untuk pengolahan lahan bisa dilakukan dengan membajak tanah supaya tanah bisa gembur kemudian setelah tanah di bajak maka anda diahurskan untuk membuat bedengan yang berfungsi untuk menanam selada.
Apabila tanah yang anda miliki mempunyai kadar asam yang cukup tinggi  sebaiknya dilakukan pengapuran sebelum dilakukan penanaman karena jika selada ditanam pada lahan yang asam bisa membuat daun selada menjadi menguning.
Untuk ukuran bedenga sendiri bisa dibuat dengan tinggi 30cm dan lebar 100cm, dan untuk jarak antar bedengan sekiar 30cm. selain dilakukan pengapuran lahan juga dapat dipupuk karena bisa meningkatkan kesuburan tanah. Dan untuk persiapan lahan akan leih baik jika dilakukan satu bulan sebelum penanaman.

Cara Menanam Selada

Untuk menanam selada bisa dimualai dengan penyemaian terlebih dahulu karena bibit selada yang ditanam biasanya berupa biji. Penyemaian dilakukan agar tanaman selada dapat dengan mudah dikontrol sehingga biji bisa tumbuh dengan baik untuk menjadi kecambah.
Untuk proses penyemaian bisa dilakukan pada lahan penyemaian yang subur. Apabila sudah dilakukan penyemaian kurang lebih empat minggu atau sudah terlihat helai daun pada bibit maka selanjutnya bibit bisa dipisahkan kelahan yang telah disiapkan.
Cara penanaman dan juga pemindahan bibit dari tempat penyemaian ke lahan penanaman bisa dilakuan cukup mudah mula – mula pada bedengan dibuat lubang tanam dan jarak antar lubang sekitar 25 x 25 cm. Kemudian bibit ditanam dan ditimbun kedalam tanah.
Untuk pemupukan kedua bisa dilakuakan setelah dua minggu penanaman pupuk yang bisa digunakan berupa pupuk urea karena akan tetap menjaga kesuburan tanah, selan dari pemupukan pengaiaran dengan teratur harus selalu dilakukan dan juga jangan lupa untuk melakukan penyemprotan agar hama bisa terkendali.
Jenis selada yang umum banyak dibudidayakan saat ini dapat dikelompokkan menjadi empat macam tipe yaitu : Selada Krop (selada telur), selada rapuh, selada daun, dan selada batang.
Jenis selada ada yang dapat membuat krop seperti selada telur dan ada yang tidak yaitu jenis selada selain dari selada telur. Jenis yang tidak membentuk krop daun-daunnya berbentuk ”rosete”. Warna daun hijau terang sampai putih kekuningan.
Beberapa perusahaan benih juga telah mengembangkan sedala seperti pt.bintang asia atau panah merah, bahkan di zaman now sekarang ini kita bisa dengan mudah mendapatkan benihnya pada kios pertanian atau bahkan pada situs jual beli online seperti tokopedia, b
ukalapak dan sejenisnya. Kebutuhan benih berkisar 400 gram biji per hektar. Jenis selada yang cocok untuk burger adalah selada krop (Lettuce ), karena memiliki kerenyahan yang luar biasa.

Baca Juga : Cara-Menanam-Buah-Naga

Tujuan, Manfaat Dan Tahapan Pengolahan Tanah

Lahan diolah terlebih dahulu dengan dengan menggunakan alat pengolahan tradisional seperti, cangkul, atau menggunakan alat pengolahan modern seperti, mesin penggembur tanah buatan sendiri, dan bajak singkal sedalam 20-30 cm supaya gembur, sehingga pengolahan tanahnya bisa lebih sempurna dan merata menjadi faktor yang mempengaruhi agronomi.
Selanjutnya  dibuat bedengan dengan arah membujur dari Barat ke Timur, untuk mendapatkan sinar matahari secara penuh. Lebar bedengan 100-120 cm, tinggi 30 cm dan panjang 15 m (sesuaikan dengan kebutukan bibit/lahan). Jarak antar bedeng 30   cm.
Lahan yang asam (pH rendah) lakukan pengapuran dengan kapur kalsit atau dolomite, 3-4 minggu sebelum tanam, dosis 1,5 t/ha, kapur diaduk rata dengan tanah permukaan bedengan.

Cara Menyemai Bibit Selada Hingga Siap Tanam

Biji selada dapat langsung ditanam di lapangan, tetapi lebih baik melalui persemaian. Sebelum disemai, benih direndam dalam larutan Previcur N selama +2 jam, untuk menghindarkan dari terkontaminasi bakteri dan virus. kemudian dikeringkan.
Benih disebar merata pada bedengan persemaian dengan media berupa campuran tanah dengan perbandingan pupuk organik (1:1), kemudian ditutup dengan alang-alang  atau jerami kering selama 2 – 3 hari, dan bedengan  diberi naungan/atap.
Setelah umur 7-8 hari, bibit dapat dipindahkan kebumbunan yang terbuat dari  daun pisang/pot plastik dengan media yang sama. Bagi kalian yang gemar berkebun, akan tetapi tidah memiliki tempat untuk melakukan usaha budidaya, kalian tetap dapat melakukan budidaya selada, dengan menggunakan sistem.

Waktu Aplikasi Pemupukan

Tips Sederhana Usaha Budidaya Selada Merah Di Rumah. Waktu tanam selada terbaik adalah pada akhir musim hujan, walaupun demikian dapat juga ditanam pada musim kemarau dengan pengairan atau penyiraman yang cukup.
Penanaman benih dilakukan pada waktu pagi atau pada waktu sore hari, agar tidak terlalu banyak terkena sinar matahari dan diberikan pelindung dari gedebog pisang, alang-alang, atau sesuatu yang dapat melindungi dari sengatan sinar matahari untuk beberapa hari, sampai tanaman bener-benar sudah kuat.
Setelah  3-4 minggu atau sudah 4-5 helai daun, tanaman dapat dipindahkan ke bedengan yang sudah dipersiapkan dengan jarak tanam 20×20 cm atau 25x 25 cm yang sebelumnya telah kita ber dasar dengan pupuk organik atau pupuk hijau. Tergantung varietas selada yang kita tanan, semakin tinggi varietas yang ditanam maka semakin lebar pula jarak tanamnya.

Pemberian Pupuk Dasar Sebelum Tanam

Tiga hari sebelum tanam diberikan pupuk organik (kotoran ayam yang telah difermentasi) dengan dosis 2-4 kg/m2 bertujuan untuk mendapatkan tanah yang subur dengan.
Dua minggu setelah tanam lakukan pemupukan susulan Urea 150 kg/ha (15 gr/m2) supaya pemberian pupuk lebih merata maka pupuk Urea diaduk dengan  pupuk organik kemudian diberikan secara larikan disamping barisan tanaman. Selanjutnya  dapat ditambahkan pupuk cair organik 3 liter/ha (0,3 ml/m2) pada umur 10 dan 20 hari setelah tanam

Pemeliharaan Dari Serangan Hama Dan Penyakit Tanaman

  • Penyiraman tanaman selada dilakukan setiap hari sampai sayuran selada mampu tumbuh dengan normal, lakukan pengulangan sesuai kebutuhan.
  • Lakukan penyulaman pada tanaman yang telah mati.
  • Sebaiknyapenyulaman dilakukan pada tanaman yang mati, sebelum tanaman mencapai umur 10 hari, agar pertumbuhannya dapat seragam.
  • penyiangan gulma dilakukan sesegera mungkin.
  • Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Hama yang sering ditemui adalah ulat daun, belalang, dan nyamuk kecil bila keadaan lembab. Pengendalian hama pengganggu tanaman dapat dilakukan secara mekanik yaitu hama dipungut satu persatu dengan tangan, jika dirasa kesulitan dan menyita waktu, karena populasi hama terlalu banyak dapat digunakan jenis pestisida yang aman dan mudah terurai kealam seperti pestisida biologi, pestisida nabati dari tanaman liar atau jenis pestisida piretroid sintetik. Penggunaan pestisida pada tanaman selada harus dilakukan dengan  proses yang benar dan baik, disamping pemilihan jenis, dosis pestisida pertangki/liter, volume semprot, cara aplikasi, interval dan waktu aplikasinya.
  • Penyakit-penyakit yang sering sekali menyerang tanaman budidaya seperti selada yaitu penyakit bercak hitam pada daun dan penyakit cacar daun.

Penanganan Panen Dan Pasca Panen 

Tanaman selada dapat dipanen setelah berumur 2 bulan, dengan cara mencabut batang  tanaman atau memotong pangkal batang, hasil panen petani dalam hamparan 1 hektar bisa mencapai 15 ton.
Selada cepat layu sehingga untuk menjaga kualitasnya agar kelihatan tetap segar dan  kualitasnya baik, segera setelah panen lakukan dengan merendam bagian akar tanaman  dalam air dan pengiriman produk ketempat tujuan secepatnya.
Demikian Ulasan dari penjelasan artikel diatas semoga bermanfaat dan selalu berhasil dalam budidayanya …Amin