Cara Ternak Yuyu : Membuat Lokasi, Penebaran Benih, Penggemukan, Panen

Posted on

Cara Ternak Yuyu : Membuat Lokasi, Penebaran Benih, Penggemukan, Panen

kepiting soka –  kepiting air tawar. Dalam taksonomi, yuyu termasuk dalam famili Parathelphusidae serta genus parathelphusa, dengan nama ilmiahnya Parathelphusa convexa.

Baca Juga : Cara Ternak Udang Lobster Dari Pembenihan Hingga Panen

Tidak hanya di persawahan, yuyu pun dapat ditemukan di daerah sungai, rawa, serta bendungan. Yuyu mencintai tempat yang banyak sekali mengandung bahan material organik.

seperti gambar berikut

kepiting soka
Yuyu memiliki 5 pasang kaki, serta kaki depan yang berfungsi sebagai pencapit, dan juga 4 pasang lainnya bekerja untuk berjalan. Panjang untuk ukuran karapaksnya dapat diserahkan antara 5 sampai 7 cm. Biasanya pada karapaks maupun cangkang dari garis yang berbeda-beda.

Berbeda dengan kepiting laut yang memiliki tulang belakang dan berbentuk pipih, semua kaki yang dikandung yuyu berbentuk lancip pada ujungnya.

Abdomennya tidak tampak dikarenakan melipat kebagian dadanya. Tubuh yuyu yang biasanya berwarna coklat sampai keunguan serta pada bagian dorsalnya memiliki rostum yang datar dan juga bergerigi.

Perilaku yuyu yang mudah Dicari merupkan kebiasaan melakukan pergantian kulit (molting) yang dilakukan beberapa kali didalam siklus hidupnya. Pergantian kulit dilakukan yakni untuk proses pertumbuhan.

Kebiasaan lain yang dimiliki yuyu ialah aktif pada malam hari ( nokturnal ). Yuyu akan keluar dari persembunyiannya di malam hari untuk mencari makan dan pengembangan biak.

Yuyu pun senang membuat lubang untuk persembunyian di seberang sungai atau di pematang sawah yang berlumpur.

Yuyu berkembangbiak yakni dengan cara bertelur. Dalam prosesnya yuyu jantan akan menaiki betinanya dari depan, kemudian menyemprotkan spermanya. Sperma yang disemprotkan akan membuahi telur-telur yang terdapat di dalam tempat penyimpanan telur betina.

Baca Juga : Cara Ternak Ikan Guppy Dengan Mudah

Setelah beberapa hari pembuahan, telurnya pun kemudian menetas dalam kelompok tempat telur sampai anak-anak yuyu sudah akan membesar. Baru setelah itu betinanya akan mengusir anak-anak itu untuk tujuan ingin mencoba mencari makan masing-masing.

Pada lingkungan persawahan, yuyu juga dikenal sebagai hama. Yuyu sering kali membuat lubang-lubang sarang di pematangan sawah serta tepi saluran irigasi. Hal tersebut menyebabkan kebocoran, yang memiliki fungsi yakni untuk mengairi sawah kebenaran proses keluar.

Meskipun demikian, dalam ekologi yuyu sawah juga sangat lah memiliki manfaat yang lain sebagai pemakan zat-zat organik serta menghabiskan bahan-bahan tersuspensi ( penyulang filter ).

Selain sebagai hama serta penyeimbang ekosistem, yuyu pun juga terbukti memiliki manfaat bagi manusia, yakni untuk mengobati beberapa penyakit seperti, hati, tumor mata, serta patah tulang.

Dengan diketahuinya manfaat lain dari yuyu tersebut, saat ini sudah lah banyak orang yang mulai membudidayakannya. Berikut ini adalah cara budidaya yuyu sawah:

Membuat Lokasi Budidaya

Lokasi budidaya diusahakan memiliki kedalaman 0,8 sampai 1 meter dengan salinitas udara antara 15 sampai 30 ppt. Karakteristik tanah ialah tanah berlumpur dengan tekstur tanah liat berpasir ataupun lempung berliat, dengan angka pasang surut antara 1,5 sampai 2 meter.

Setelah lokasi nya sudah siap, langkah yang selanjutnya ialah menentukan sistem budidaya yang akan digunakan. Dalam budidaya yuyu, terdapat dua sistem yang dapat digunakan yakni:

Sistem Karamba apung

Karamba apung yang dibuat dari rangkaian bilah bambu dan dinamakan kere. Kere itu kemudian dirangkai menjadi kotak dengan ukurannya disesuaikan dengan lokasi penempatannya tersebut.
seperti gambar di bawah ini

kepiting soka
Lokasi di sisi panjang yang bertentangan dengan pelampung dan terbuat dari potongan bambu yang masih utuh ataupun dari bahan lainnya.

Penempatan karamba apung pun dilakukan pada daerah yang memiliki pergantian air yang cukup baik, saluran, tepi sungai ataupun tempat lain yang memenuhi persyaratan.

Pada usaha budidaya yuyu dengan karamba apung ini, kepadatan yang maksimal ialah 20 ekor / m², dengan beban tersebut dapat meningkatkan kelulusan dari kepiting yang akan dipelihara.

Sistem Kurungan

Kurungan dapats dibuat dari bambu yakni dengan diameter 1 sampai 2 cm dan panjang 1 sampai 1,7 m yang dibuat menjadi rangkaian.

Bilah-bilah bambu yang dirangkai yang secara profesional membuat pagar, dan kemudian dibuka pada saluran tambak memanjang pada pinggirannya. Pagar pun ditancapkan sedalam 30 cm dengan bagian bawah yang dibuat lebih rapat supaya yuyu tidak lolos.

Penebaran Benih

Cara budidaya yuyu sawah yang selanjutnya yakni Penebaran benih dan dilakukan secara tradisional yakni dengan benih yang masuk ke dalam udara pada saat pasang surut air.

Akan tetapi dapat juga dilakukan yakni dengan menebar benih hasil dari tangkapan sawah, yang kemudian dimasukkan ke dalam lokasi untuk budidaya.

Penggemukan

Penggemukan biasanya dilakukan dengan jangka waktu 5 sampai 10 hari serta dilakukan untuk mengatasi mortalitas yakni (kematian) akibat dari perkelahian antara jantan serta betina.

Baca Juga : Cara Budidaya Ikan Gabus

Pemberian Pakan

Pada saat penggemukan serta usaha pembesaran, pemberian pakan pun dilakukan yakni dengan dosis yang berbeda.

Pada saat penggemukan, kita juga harus lebih tahu dengan dosis antara 5 sampai 15% dari kepadatan yuyu yang sedang dipelihara, sedangkan pada puncak pembesarannya hanya pakan suplemen yaitu dengan dosis 5% saja.

Kemampuan makan pada yuyu sendiri cukup banyak untuk proses pertumbuhan serta pergantian kulit. Kemampuan makan ini pun akan berkurang pada saat yuyu sedang bertelur, serta puncaknya setelah telur keluar. Pakan nya pun bisa terdiri dari usus ayam, bekicot, serta keong sawah.

Panen dan Pasca Panen

seperti gambar berikut

kepiting soka
Jika kepiting setelah dipanen bisa dilakukan dengan kaki renang yang merupakan alat gerak yang cukup kuat, maka kepiting sendiri akan saling bermitra satu dengan yang lainnya.

Kondisi yang demikian akan menimbulkan kerusakan terhadap kondisi fisik serta mempengaruhi kondisi fisiologis yang bisa menyebabkan kematian. Untuk mengolah kepiting yang baru tersebut, harus segera diikat sebelum akan memasukkan ke dalam keranjang.

demikianlah artikel dari duniapeternakan.com mengenai Cara Ternak Yuyu semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.