Cara Ternak Ulat Jerman Dengan Mudah Dan Aman

Posted on

Bagi yang ingin ternak ulat jerman, budidaya ulat jerman –  ialah salah satu hal yang penting dan harus Anda ketahui sebelum mulai beternak ulat jerman ini.

seperti gambar di bawah ini

budidaya Ulat Jerman
Karena sebelum anda ingin memulai sebuah usaha, Anda harus lah terlebih dahulu mengenal dalam seperti apa Contoh dan Proses Budidaya Ulat Jerman.

Sehingga nanti ke depannya Anda pun tidak perlu lagi bertanya-tanya tentang proses budidaya ulat jerman ini secara detail. Berikut adalah cara ternak ulat jerman:

1. Membeli Bibit

Bibit ulat jerman yakni “Kumbang Jerman”. Setiap Kotak bibit kumbang jerman ialah sejumlah 500 ekor Kumbang yang bisa menghasilkan minimal 10 Kg Ulat jerman pada saat panen.

Dalam Panduan ini kami akan menyarankan Anda membeli 10 Kotak Kumbang Jerman dikarena memang kebanyakan peternak yang awalnya membeli 10 Kotak Kumbang, serta memang dengan kuantitas ini bisnis budidaya ulat jerman sendiri akan sangat menghasilkan.

2. Menyiapkan Peralatan Beternak Ulat Jerman

Setelah anda membeli bibit ulat jerman, Anda pun diharuskan menyiapkan terlebih dahulu berbagai peralatan serta kebutuhan budidaya ulat jerman. Diantara kebutuhannya ialah :

Rak Kotak, Kotak Kumbang, serta Kotak Ulat Jerman. Tiap 1 Kotak kumbang, anda dibutuhkan 10 Kotak Ulat kosong karena ulat sendiri akan dipisah saat umur 12 hari serta 1,5 bulan supaya tidak terlalu banyak sehingga ulat banyak yang akan mati.

seperti gambar di bawah ini

budidaya Ulat Jerman
3. Proses Pembibitan

Kotak Kumbang atau (Bibit) sudah akan didesain sedemikian rupa sehingga kita pun tinggal menaruh Kotak Kumbang sendiri diatas kotak yang kosong dan sudah diisi Pollard secukupnya. Pollard ialah makanan ulat jerman yang sehari-harinya.

Kita mendiamkan Kotak kumbang tersebut selama 15 hari tujuannya ialah supaya Kumbang bertelur di kotak kosong yang kita sediakan tadi.

Setelah 15 hari, Kotak ulat yang kosong dan sudah berisi telur ulat jerman, serta kita akan memindahkan Kotak Kumbang sendiri ke kotak ulat kosong yang lainnya serta begitu seterusnya.

Selama Kumbang akan bertelur Anda pun wajib memberi makan kumbang yakni dengan potongan-potongan buah manisa, wortel atau labu secukupnya 2 hari sekali.

seperti gambar berikut

budidaya Ulat Jerman

4. Proses Perkembangbiakkan Ulat Jerman

Telur ulat jerman sendiri akan menetas dan menjadi ulat yakni dengan ukuran yang sangat kecil. Setelah 15 hari ulat sendiri akan mulai terlihat pergerakkannya.

Anda pun wajib memberi makanan (Pollard) serta minuman (Potongan Manisa,Wortel serta Labu) pada ulat jerman. Pemberian makanan (Pollard) tidak akan ditentukan banyaknya, kalau sudah habis segera lah diberikan lagi.

Sedangkan pemberian minuman ialah memberikan potongan buah-buah itu sehari sekali pada saat jam yang sama, contohnya Anda memberi minuman pada pukul 10 malam, maka keesokan harinya Anda pun harus lah memberikan minuman itu pada saat jam yang sama.

Keteraturan saat pemberian minuman ini sangat lah berpengaruh pada perkembangan ulat jerman. Lakukan hal ini terus-menerus sampai 3 bulan, serta saat itulah masa panen pun datang dimana ulat sendiri sudah dewasa serta siap untuk dijual.

5. Panen Ulat Jerman

Setelah 3 Bulan, ukuran ulat pun sudah menjadi sangat besar serta siap untuk dipanen.

Untuk proses panen, Anda juga dapat menjualnya di kios burung yang sebagian serta yang sebagian lagi dapat digunakan sebagai bibit yang baru, Untuk memperbanyak produksi serta tidak perlu membeli bibit lagi.

demikianlah artikel dari duniapeternakan.com  semoga artikel ini bermanfaaat bagi anda semuanya.

Terimakasih……