√ Cara Ternak Domba : Pemilihan Bibit, Perkawinan, kelahiran, Proses panen

Posted on

Pengertian

Dahulu, banyak sekali orang yang akan memandang remeh terhadap usaha ternak Domba garut ini, karena belum lazim ditekuni jika dibandingkan dengan sapi serta kambing. Budidaya Domba garut juga harus lah memerlukan modal yang cukup besar jika dibandingkan dengan ternak jenis lain. Tetapi, keadaan sudah berbalik terhadap beberapa tahun terakhir ini yang mana budidaya Domba garut akan menghasilkan omzet yang sangat menggiurkan.

Dengan semua bagian tubuh yang ini yang bisa dimanfaatkan, Domba garut ini kemudian akan mengalahkan nilai ekonomi dari sapi ataupun kambing. Terutama juga harga jual per ekor yang bisa mencapai puluhan juta rupiah. Para pembisnis ini pun menyadari peluang tersebut dan berbondong-bondong merintis usaha ternak Domba Garut. Sementara itu, supaya peternakan berhasil, berikut berikut ini adalah cara budidaya yang tepat.

A. Kandang

Cara bisnis Domba Garut yang perama ialah harus di perhatikan kandang untuk domba Garut sendiri. Tempat tinggal domba Garut pun juga harus lah di kondisikan, yaitu selalu bersih, supaya pertumbuhan domba Garut tersebut tidak terganggu.
seperti gambar di bawah ini

Memiliki tempat wadah pakan yang bisa di jangkau domba garut, Kandang yang berbentuk rumah panggung, yang secara otomatis kotoran domba garut itu akan jatuh kebawah, ini adalah cara supaya domba garut tidak cepat kotor. serta kotoran domba garut juga akan berdampak tidak baik untuk domba garut sendiri, posisi lantai domba garut juga di buat agak miring ke arah belakang.

B. Pemilihan bibit ternak

bibit domba yang terbaik Dalam usaha budidaya domba, maka pemilihan bibit ini pun akan menjadi tahapan awal yang sangat penting. Bibit yang harus dipilih sebagai indukan ini pun juga harus lah terbebas dari penyakit, memiliki kemampuan yang tumbuh kembang bagus, tingkat kesuburan untuk reproduksi juga tinggi, dan tidak memiliki cacat fisik. Dengan memilih bibit yang baik ini, maka anakan domba juga pun nantinya menjadi jenis unggul.
seperti gambar di bawah ini


C. Perkawinan ternak

Peternak juga harus lah memerhatikan dengan seksama fase kawin dari indukan hewan ternak ini, terutama yang memang akan dijadikan sebagai indukan. Hewan-hewan ternak itu harus lah dikawinkan saat yang tepat, di mana yang sudah mencapai puncak berahi antara usia 6 sampai 12 bulan. Peternak juga diharuskan mengenali ciri-ciri ternak ini yang akan tiba waktunya kawin supaya proses reproduksi ternak ini akan berjalan lancar.

D. Kelahiran ternak

Dalam masa yakni kurang lebih dari lima bulan, indukan yang betina ini akan mencapai masa kelahiran. Hal itu bisa ditandai dari ciri fisik di mana perut domba itu akan tampak turun serta mendekati organ reproduksi dan frekwensi kencing yang akan meningkat. Bila anda sudah menunjukkan tanda-tanda demikian, peternak juga harus lah segera menyiapkan lokasi yang cukup bersih untuk domba yang akan melahirkan.
seperti gambar berikut

Bersih yang dimaksud ini ialah tidak adanya kotoran di sekeliling lokasi tersebut yang akan berpotensi mengandung kuman di mana yang bisa berbahaya bagi indukan maupun anakan domba tersebut. Disarankan juga untuk memberi alas yang kering dan terbuat dari bahan cukup lembut, seperti goni. Setelah sudah melahirkan, tepat di titik tali pusar harus dipotong dan dioleskan yodium yakni untuk menghindari infeksi.

E. Proses pemanenan

Untuk panen yang bisa dilakukan setiap hari tentunya ialah susu domba yang bisa diperah di setiap pagi atau sore hari. Sedangkan dalam memanen daging serta bulu dari domba, perlu juga dilakukan beberapa persiapan yang guna memaksimalkan hasil yang didapat supaya memenuhi kualitas tertinggi serta menghasilkan keuntungan materiil yang akan memuaskan.

F. Tahap persiapan

Di sini, sebelum akan dipotong dagingnya, ternak juga harus lah mendapat cukup istirahat. Hal tersebut akan membuat daging domba akan lebih lunak, sampai proses pemotongan pun akan lebih mudah. Proses yang cepat juga akan mengurangi resiko penyebaran kuman pencemar yang bisa menimbulkan penyakit bagi konsumen akhir. Rasa sakit yang akan diderita ternak pun juga harus sesedikit mungkin.

G. Tahap pengulitan

Pengulitan domba akan disarankan menggunakan alat tumpul yang akan memiliki resiko rendah dalam merusak bentuk utuh kulit ternak itu sampai hasil akhirnya bisa masuk dalam kualitas grade A. Setelah dikuliti, kulit akan dicuci sampai bersih yakni menggunakan sikat serta sabun yakni untuk menghilangkan bekas noda ataupun kuman yang mungkin masih menempel lalu akan dijemur membentang.

H. Tahap pemotongan daging

Proses ini juga harus lah dilakukan dengan cepat serta benar supaya kuman tersebut tidak berkembang hingga mencemari daging domba tersebut. Teknik pemotongan pun juga harus tepat, yakni dengan membelah tubuh ternak menjadi dua bagian, lalu dipotong per organnya. Pemotongan itu pun sendiri juga harus turut mempengaruhi tingkat ketahanan daging tersebut.

demikianlah artikel dari duniapeternakan.com mengenai √ Cara Ternak Domba : Pemilihan Bibit, Perkawinan, kelahiran, Proses panen, semog artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.

baca juga :

[irp posts=”308″ name=”√ Cara Ternak Burung Kutilang : Ciri, Pemberian Pakan dan Pemeliharaanya”]

[irp posts=”302″ name=”√ Cara Ternak Ikan Hias : Pemeliharaan, Pakan, Memilih Calon Indukan, Pemijahan, Penetasan,”]

[irp posts=”296″ name=”√ Cara Ternak Ikan Gabus : Memilih Indukan, Pemijahan, Penetasan, Pemberian Pakan, Panen”]

[irp posts=”290″ name=”√ Cara Ternak Ikan Nila : Memilih Benih, Persiapan Kolam, Penebaran Benih Dll”]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.